JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Peringatan ini berlaku mulai 10 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Mengutip laman resmi BMKG, Sabtu (10/1/2026), pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8–30 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–33 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru.
Wilayah dengan Tinggi Gelombang 1,25–2,5 Meter
Gelombang sedang berpeluang terjadi di sejumlah perairan berikut:
-
Samudra Hindia barat Aceh
-
Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
-
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
-
Samudra Hindia barat Bengkulu
-
Samudra Hindia barat Lampung
-
Samudra Hindia selatan Banten
-
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
-
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
-
Samudra Hindia selatan Bali
-
Samudra Hindia selatan NTB
-
Samudra Hindia selatan NTT
-
Selat Malaka bagian utara
-
Selat Karimata bagian utara dan selatan
-
Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur
-
Laut Bali
-
Laut Sumbawa
-
Laut Flores
-
Teluk Bone
-
Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan
-
Laut Maluku
-
Laut Seram
-
Laut Banda
-
Laut Arafuru bagian utara
-
Samudra Pasifik utara Maluku
-
Samudra Pasifik utara Papua Barat
-
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
-
Samudra Pasifik utara Papua
Risiko pelayaran:
-
Perahu nelayan berisiko saat angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 m
-
Kapal tongkang berisiko saat angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 m
Wilayah dengan Tinggi Gelombang 2,5–4,0 Meter
Gelombang tinggi berpeluang terjadi di:
-
Laut Natuna Utara
-
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
-
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
-
Samudra Hindia selatan Jawa Timur
-
Laut Arafuru bagian barat
-
Laut Arafuru bagian tengah
Risiko pelayaran:
-
Perahu nelayan: angin ≥15 knot, gelombang ≥1,25 m
-
Kapal tongkang: angin ≥16 knot, gelombang ≥1,5 m
-
Kapal ferry: angin ≥21 knot, gelombang ≥2,5 m
Wilayah dengan Tinggi Gelombang 4,0–6,0 Meter
Gelombang sangat tinggi berpeluang terjadi di:
-
Laut Arafuru bagian timur
Risiko pelayaran:
-
Perahu nelayan
-
Kapal tongkang
-
Kapal ferry
-
Kapal besar (kargo dan pesiar) berisiko saat angin ≥27 knot dan gelombang ≥4 meter
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator pelayaran, dan pengelola aktivitas laut, untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Informasi cuaca maritim terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.


