Ekonomi

Rupiah Melemah, Mal dan Kafe Tetap Ramai: Fenomena “Lipstick Effect” Jadi Sorotan Warganet

Share
Share

JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai kota besar Indonesia justru masih terlihat ramai dipadati pengunjung. Kondisi ini memunculkan perbincangan luas di media sosial dan dikaitkan dengan fenomena ekonomi yang dikenal sebagai lipstick effect.

Istilah tersebut kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di platform X viral dan memancing diskusi publik. Dalam unggahannya, seorang pengguna media sosial mempertanyakan mengapa mal, kafe, dan restoran tetap ramai meskipun kondisi ekonomi dinilai sedang tidak baik-baik saja.

“Mal masih ramai, antrean kopi masih panjang, restoran masih penuh. Padahal rupiah sedang berada di titik terlemah dan ekonomi sedang sulit. Fenomena ini disebut lipstick effect,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu mendapat respons luas dari warganet. Sebagian menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang wajar, sementara lainnya menilai fenomena itu bisa menjadi sinyal adanya perubahan perilaku konsumsi masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Apa Itu Lipstick Effect?

Dalam dunia ekonomi dan perilaku konsumen, lipstick effect merupakan fenomena ketika masyarakat tetap melakukan konsumsi terhadap barang atau layanan yang relatif terjangkau saat kondisi ekonomi memburuk.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Leonard Lauder, mantan CEO perusahaan kosmetik Estee Lauder, pada awal 2000-an. Saat terjadi perlambatan ekonomi, ia menemukan bahwa penjualan produk kosmetik seperti lipstik justru mengalami peningkatan.

Dari pengamatan tersebut muncul teori bahwa ketika masyarakat tidak mampu atau enggan membeli barang bernilai besar seperti rumah, kendaraan, atau barang mewah, mereka cenderung mengalihkan pengeluaran ke produk yang lebih murah namun tetap memberikan rasa senang dan kepuasan emosional.

Dengan kata lain, konsumen tetap ingin menikmati hidup meskipun harus menyesuaikan pengeluaran mereka.

Kopi dan Nongkrong Jadi Bentuk Self Reward

Di Indonesia, fenomena lipstick effect dinilai semakin terlihat pada gaya hidup masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda.

Meski biaya hidup meningkat dan daya beli menghadapi tekanan, aktivitas seperti membeli kopi, nongkrong di kafe, mencoba kuliner baru, membeli produk perawatan diri, hingga berburu barang viral di media sosial tetap berlangsung.

Banyak orang menganggap pengeluaran tersebut sebagai bentuk self reward yang masih terjangkau dibandingkan pembelian aset atau barang bernilai besar.

Secara psikologis, aktivitas tersebut membantu mengurangi stres dan memberikan rasa nyaman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Peran Media Sosial dan Gaya Hidup Digital

Pengamat perilaku konsumen menilai media sosial turut memperkuat fenomena ini. Paparan konten gaya hidup, tren kuliner, hingga budaya berbagi pengalaman di platform digital membuat masyarakat tetap terdorong untuk melakukan konsumsi meskipun kondisi ekonomi sedang menantang.

Bagi sebagian orang, menikmati kopi di kafe atau mengunjungi pusat perbelanjaan bukan lagi sekadar aktivitas konsumsi, tetapi juga bagian dari interaksi sosial dan identitas gaya hidup.

Generasi muda disebut menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh tersebut karena memiliki keterhubungan yang tinggi dengan ekosistem digital dan tren media sosial.

Ramai Belum Tentu Tanda Ekonomi Sehat

Meski aktivitas konsumsi terlihat tetap hidup, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa ramainya pusat perbelanjaan tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sepenuhnya sehat.

Fenomena lipstick effect justru dapat menunjukkan bahwa masyarakat mulai menunda pengeluaran besar dan beralih ke konsumsi yang memberikan kepuasan jangka pendek.

Dalam situasi seperti ini, seseorang mungkin menunda membeli rumah, kendaraan, atau berinvestasi, tetapi tetap mengalokasikan dana untuk kebutuhan hiburan, kuliner, atau produk konsumsi harian yang dianggap mampu meningkatkan suasana hati.

Karena itu, antrean panjang di kedai kopi, mal yang penuh pengunjung, atau restoran yang ramai tidak selalu menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat sedang kuat.

Cerminan Adaptasi di Tengah Tekanan Ekonomi

Fenomena lipstick effect pada dasarnya menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi terhadap tekanan ekonomi. Di satu sisi, perilaku ini membantu menjaga aktivitas konsumsi tetap bergerak dan mendukung sektor usaha tertentu.

Namun di sisi lain, fenomena tersebut juga menjadi pengingat bahwa kondisi ekonomi tidak bisa diukur hanya dari ramainya pusat perbelanjaan atau tingginya aktivitas konsumsi harian.

Ketika rupiah melemah dan biaya hidup meningkat, pola konsumsi masyarakat bisa berubah menjadi lebih emosional dibandingkan rasional. Karena itu, para ekonom menilai penting untuk melihat indikator ekonomi secara lebih menyeluruh sebelum menyimpulkan kondisi daya beli masyarakat secara umum.

Sources:jawapos.com
Share
-Sponsored-
ads image

Hot Topic

Teknologi

NotePaste: Solusi Berbagi Catatan Online yang Praktis, Cocok untuk Blogger hingga Affiliate Marketing

Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...

EkonomiNasional

Harga Minyakita Segera Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Waktu Dekat

JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...

EkonomiNasional

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibiayai APBN, Pemerintah Sebut untuk Perkuat Ekonomi Desa

JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...

Ekonomi

Rupiah Melemah, Mal dan Kafe Tetap Ramai: Fenomena “Lipstick Effect” Jadi Sorotan Warganet

JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...

EkonomiNasional

Pemerintah Sebut Rekrutmen Besar Kopdes Merah Putih sebagai Investasi SDM Raksasa

JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...

EkonomiNasional

Prabowo: 81 Ribu Kopdes Merah Putih Bisa Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...

EkonomiNasional

Jateng Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar, 710 Hektare dan 30.000 Ekor

Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan RI Tak Butuh Bantuan IMF, APBN Diklaim Masih Kuat

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....

EkonomiJawa Tengah

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga

Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...

EkonomiNasional

Kontrak Rp10,8 Triliun Digelontorkan, 20.600 Truk Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih

Jakarta — Proyek logistik berskala besar mulai digerakkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Nilainya mencapai Rp10,83 triliun, dengan pengadaan 20.600 unit...

-Sponsored-
ads image
HukumNasional

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG, Kejagung Tahan Tiga Pejabat

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...

HukumNasional

Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung Sehari Setelah Pimpinan Dadan Hindayana Di Copot

JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...

InternasionalPalestina

Warga Palestina Beri Penghormatan Terakhir untuk Pemimpin Hamas Mohammed Odeh

GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...

Bisnis

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Resmi Buka Gerai Perdana di Taipei

TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...

BisnisEnergiLingkungan Hidup

Green Jobs: Profesi Masa Depan yang Tak Hanya Cari Uang, Tapi Juga Menyelamatkan Bumi

Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...

BisnisEnergiNasional

Viral Curhatan Pelaut RI: Kapal Pertamina di Selat Hormuz Disebut Tanpa Kru WNI Semua Pekerja Dari India

Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

BisnisCilacap

Paragraf Coffee Service, Bisnis Kopi Tanpa Grand Opening, Kenapa Justru Lebih Laris di Cilacap?

Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...

Related Articles
EkonomiNasional

Harga Minyakita Segera Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Waktu Dekat

JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat...

EkonomiNasional

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibiayai APBN, Pemerintah Sebut untuk Perkuat Ekonomi Desa

JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih...

EkonomiNasional

Pemerintah Sebut Rekrutmen Besar Kopdes Merah Putih sebagai Investasi SDM Raksasa

JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program...

EkonomiNasional

Prabowo: 81 Ribu Kopdes Merah Putih Bisa Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih...