JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Subang, Jawa Barat, Jumat (9/1/2026). Beroperasinya pabrik ini menjadi tonggak penting ekspansi global VinFast sekaligus memperkuat ambisi Indonesia sebagai pusat industri kendaraan listrik dunia.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan pembangunan pabrik tersebut diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
“Pabrik ini kami selesaikan dalam 17 bulan. Total luas kawasan mencapai 171 hektare. Pada fase pertama, pengembangan dilakukan di lahan sekitar 10 hektare dengan investasi sebesar 300 juta dolar AS dan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun,” ujarnya dalam tayangan KompasTV, Jumat (9/1/2026).
Beroperasinya pabrik VinFast di Subang dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transformasi industri nasional berbasis teknologi ramah lingkungan. Kehadiran produsen EV global ini juga memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik, mulai dari manufaktur hingga rantai pasok pendukung.
Investasi VinFast turut mencerminkan dampak positif kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Program tersebut mendorong pengolahan sumber daya alam dari bahan mentah hingga produk akhir, sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Dengan dimulainya operasi pabrik ini, industri EV dalam negeri diproyeksikan semakin berkembang, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia telah memasuki fase operasional. Pemerintah menargetkan dua pabrik baterai EV mulai beroperasi pada 2026.
“Ekosistem baterai mobil yang di-groundbreaking oleh Presiden Prabowo di Karawang, dengan mitra CATL, direncanakan akan diresmikan pada semester I 2026,” ujar Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Saat ini, pabrik baterai EV pertama yang telah beroperasi di Indonesia adalah PT Hyundai LG Industri (HLI) Green Power di Karawang dengan kapasitas produksi 10 gigawatt hour (GWh). Pabrik tersebut diresmikan pada 3 Juli 2024 dan menjadi produsen baterai EV terbesar di Asia Tenggara. Pabrik baterai kedua milik CATL ditargetkan mulai beroperasi pada semester I 2026.
Pengamat otomotif dan akademisi Yannes Martinus Pasaribu menilai kehadiran VinFast membawa dampak strategis bagi industri otomotif nasional.
“VinFast membawa ekosistem industri berbasis teknologi dan otomasi modern. Ini akan mendorong iklim kompetisi industri otomotif nasional menjadi lebih dinamis dan berdaya saing global,” ujarnya.
Pabrik VinFast di Subang sebelumnya telah diresmikan secara fasilitas pada 15 Desember 2025. Peresmian pada 9 Januari 2026 menandai dimulainya operasi penuh dan produksi komersial.
Dengan beroperasinya pabrik ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya dalam rantai nilai global industri kendaraan listrik, sekaligus mempertegas arah pembangunan industri nasional menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.


