Banyumas Raya

JAKARTA, – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap, tak ada lagi sekolah tinggi di Indonesia yg dijadikan ‘rumah’ untuk pelaku teror seperti yg terjadi di Universitas Riau.
“Saya berharap, mudah-mudahan kejadian seperti itu cukup cuma di kampus itu (Unri) saja. Bukan gejala umum yg terjadi juga di kampus lain,” ujar Lukman ketika dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Oleh sebab itu, Lukman berharap, agar Polri meneliti betul perkara tersebut. Dengan demikian, didapat pola bagaimana terduga teroris dapat masuk ke kawasan universitas, menyebarkan ideologi radikal hingga mempersiapkan serangan dari dalam kampus.
“Kita tunggu saja pengusutan aparat penegak hukum kita,” lanjut Lukman.
Baca juga: Kapolri: Kelompok Terorisme Anggap Ramadhan Bulan Baik bagi Beraksi
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (30/4/2018). Ia berpesan, agar masyarakat jangan terkecoh dengan ‘serangan balik’ kelompok teror yg menggunakan dalih kebebasan akademik sebagai alasan mereka masuk ke kawasan universitas sekaligus melancarkan kegiatan-kegiatannya.
Lukman menegaskan, kebebasan akademik bukan berorientasi pada ideologi terorisme serta radikalisme.
“Jadi kebebasan akademik itu jangan sampai dinodai atau dicemari dengan aktivitas yg berkaitan dengan kegiatan radikalisme, apalagi terorisme,” ujar Lukman.
“Kebebasan akademik harus tetap dijaga karena itu adalah mahkota kampus itu sendiri. Tapi, jangan kebebasan yg tanpa batas dahulu kemudian melakukan aktivitas yg justru bertentangan dengan esensi keberadaan universitas itu sendiri yg harus menerapkan fungsi Tri Dharma perguruan tingginya,” lanjut dia.
Baca juga: Fadli Zon: Penangkapan Terduga Teroris di Universitas Riau Coreng Dunia Akademik
Rektor, dosen dan pimpinan himpunan mahasiswa, menurut Lukman, berkewajiban menjaga kawasan universitas dari paparan ideologi terorisme dan radikalisme.
Densus 88 Antiteror Polri meringkus terduga teroris berinisial MNZ (33) di dalam area Universitas Riau, dekat Gedung Fisipol, Kampar Riau.
Diamankan barang bukti berupa beberapa bom pipa besi, bahan peledak macam TATP bersiap pakai, bahan peledak lain, yakni pupuk KN03, sulfur, gula dan arang.
Baca juga: 3 Terduga Teroris di Universitas Riau Berencana Ledakkan Bom di Kantor DPRD dan Dewan Perwakilan Rakyat RI
Selain itu, tim Densus 88 juga menemukan beberapa busur panah dan delapan anak panah. Ada pula sesuatu pucuk senapan angin dan sesuatu buah granat tangan rakitan.
Penangkapan MNZ yaitu pengembangan atas informasi beberapa orang terduga teroris yg diringkus sebelumnya, yakni berinisial RB alias D dan OS alias K.
Keduanya juga yaitu mantan mahasiswa di univesitas yg sama dengan pelaku.
MNZ memiliki kemampuan bagi merakit bom TATP. Ia juga membagi keahliannya tersebut di tautan grup media sosial Telegram.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

