Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah terbangun dan diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy S Bramiyanto, menyebut dari total 8.523 koperasi berbadan hukum, sebanyak 5.887 koperasi telah memetakan lokasi pembangunan.
“Dari jumlah itu, 5.503 sudah dalam proses pembangunan dan 1.456 unit sudah selesai 100 persen,” ujarnya.
Jateng Jadi Salah Satu yang Terdepan
Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah kini menempati posisi terbanyak kedua secara nasional dalam pembangunan koperasi Merah Putih.
Perkembangan ini menunjukkan percepatan implementasi program ekonomi berbasis desa yang menjadi prioritas pemerintah.
Mulai Terlibat di Program Strategis
Kontribusi KDKMP terhadap ekonomi warga mulai terlihat. Sejumlah koperasi telah dilibatkan dalam:
- Penyediaan kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Program Gerakan Pangan Murah bersama Perum Bulog
- Stabilisasi pasokan pangan menjelang Lebaran
Nilai transaksi dari kerja sama dengan Bulog bahkan mencapai sekitar Rp9,5 miliar.
Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana, menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan koperasi.
“Jumlah desa besar dan tradisi berkoperasi sudah kuat. Ini perlu kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak seperti:
- Pemerintah daerah
- TNI
- BUMD
- Komunitas lokal
Tidak Bisa Diseragamkan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengembangan KDKMP tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam.
Setiap daerah perlu menyesuaikan model koperasi dengan:
- Potensi lokal
- Karakteristik wilayah
- Kebutuhan masyarakat
“Tidak semua harus dipukul rata. Harus disesuaikan kearifan lokal,” tegasnya.
Fokus pada Keberlanjutan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai pendekatan adaptif ini penting agar koperasi dapat berkembang secara:
- Berkelanjutan
- Efektif
- Memberi dampak nyata bagi masyarakat
Pembangunan ribuan gedung Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi berbasis desa. Dengan dukungan kolaborasi dan pendekatan berbasis potensi lokal, koperasi diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat ke depan.

