Banyumas Raya

Bagi umat Islam, puasa di bulan Ramadan tidak cuma menahan lapar dan haus. Tak kalah penting, orang juga melatih diri bagi mengendalikan diri dan emosi.
- Cegah antrean panjang, pemudik lewat Pelabuhan Merak mampu beli tiket di tol
- Kemenkeu tegaskan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ikut bisa THR dari negara
- Resep simpel setup pisang yg nikmat bagi buka puasa
Bagi dua orang, mengendalikan emosi ini sangat sulit. Emosi negatif seperti kemarahan dan iri hati cenderung membuat seseorang lepas kendali.
Lalu, bagaimana caranya agar orang berpuasa mampu mengendalikan emosi negatif ini?
“Untuk meredakan emosi negatif, ada dua langkah sederhana bagi menenangkan pikiran Anda yg tak tenang,” kata psikolog klinis, Dr Carmen Harra.
Ikuti enam langkah ini buat mengendalikan emosi Anda dan mendapatkan kembali rasionalitas di ketika menjalankan puasa Ramadan, seperti dikutip Huffingtonpost, Kamis (31/5/2018):
1. Jangan segera bereaksi
Bereaksi langsung terhadap pemicu emosional dapat menjadi kesalahan besar. Sebelum menyanggah pemicunya dengan argumen emosional Anda, tarik napas dalam-dalam selama lima menit, rasakan saat otot-otot Anda tak kencang dan denyut jantung Anda kembali normal. Ketika Anda menjadi lebih tenang, tegaskan pada diri Anda bahwa emosi ini cuma sementara.
2. Mintalah bimbingan Tuhan
Iman adalah karunia yg mampu menyelamatkan diri manusia. Tidak peduli apa pun kepercayaan Anda, kekuatan intervensi Tuhan mampu menyelamatkan Anda dari situasi yg tak diinginkan. Bayangkan solusi positif buat persoalan Anda, dan minta alam semesta bagi menerangi jalan terbaik ke depan.
3. Temukan cara menyalurkan emosi dengan cara positif
Setelah Anda mengelola emosi Anda, Anda harus merilisnya dengan cara yg sehat. Emosi tak boleh terbungkus. Telepon atau temui orang yg Anda percayai dan ceritakan kepada mereka apa yg terjadi. Anda juga mampu menyimpan jurnal dan transfer emosi Anda dengan menulis emosi negatif di kertas.
Banyak juga orang yg merasa terbantu dengan melakukan latihan seperti kickboxing atau seni bela diri, bagi melepaskan perasaan mereka. Yang lainnya bermeditasi dan melantunkan lagu bagi kembali ke kondisi tenang. Lakukan aktivitas apa pun yg paling sesuai dengan Anda bagi membebaskan Anda dari sentimen yg terpendam.
4. Maknai hikmah dari setiap kejadian
Setiap kejadian dalam hidup kita, baik atau buruk, memiliki tujuan. Anda mungkin tak memahaminya di awal, tapi seiring berjalannya waktu, Anda mulai akan melihat gambaran yg lebih besar jatuh ke dalam urutan yg sempurna. Bahkan di tengah-tengah momen yg menegangkan secara emosional, percayalah bahwa ada tujuan akhir yg mulai langsung Anda pahami.
5. Ubahlah pikiran Anda
Paksa keluar emosi negatif dari pikiran Anda dan gantilah dengan pikiran yg berbeda. Pikirkan tentang sesuatu hal atau seseorang yg membuat Anda bahagia atau mengingat suatu peristiwa yg membuat Anda tersenyum.
6. Maafkan pemicu emosi Anda
Pemicu emosional Anda mungkin teman terbaik Anda, anggota keluarga Anda, diri Anda sendiri atau segala hal di atas. Tetapi saat Anda memaafkan, Anda otomatis melepaskan diri dari kebencian, kecemburuan atau kemarahan.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

