Jakarta — Proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Jalan tol yang digadang menjadi yang terpanjang di Indonesia ini masih terkendala minimnya minat investor.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan rendahnya minat investasi disebabkan proyeksi lalu lintas kendaraan (trafik) yang dinilai kurang menjanjikan secara finansial.
“Biasanya kalau satu proyek tidak banyak diminati, karena trafiknya kurang,” ujar Dody, Sabtu (11/4/2026).
Trafik Rendah Kurangi Daya Tarik Investasi
Menurut Dody, trafik menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan proyek jalan tol. Jika jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan rendah, maka potensi keuntungan bagi investor juga menurun.
Dalam kondisi normal, pemerintah dapat memberikan dukungan pendanaan (chip in) untuk meningkatkan daya tarik proyek. Namun, keterbatasan anggaran saat ini membuat opsi tersebut sulit dilakukan.
“Dengan keterbatasan anggaran, chip in dari pemerintah akhirnya dipinggirkan,” katanya.
Berulang Kali Gagal Lelang
Proyek Tol Getaci yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional sejak 2020 tercatat beberapa kali gagal lelang. Saat ini, proyek masih dalam tahap evaluasi sebelum kembali ditawarkan kepada investor.
Selain Getaci, proyek tol lain seperti Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali juga mengalami kondisi serupa, yakni minim peminat dan harus ditinjau ulang.
Pemerintah Hadapi Dilema Anggaran
Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menentukan prioritas penggunaan anggaran secara selektif. Dody menyebut pemerintah kini dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan dukungan untuk Getaci atau mempercepat proyek lain yang lebih mendesak.
“Apakah lebih baik kita chip in di Getaci atau mempercepat proyek bendungan untuk mengatasi banjir,” ujarnya.
Bendungan Jadi Prioritas
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah memutuskan memprioritaskan pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey.
Kedua proyek tersebut dinilai lebih mendesak untuk mengatasi risiko banjir di wilayah Karawang dan Bekasi.
“Kalau tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi,” kata Dody.
Pemerintah menargetkan pembangunan bendungan tersebut rampung secara bertahap pada 2027–2028.
Proyek Tol Terpanjang di Indonesia
Sebagai informasi, Tol Getaci dirancang memiliki panjang sekitar 206,65 kilometer, melintasi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Proyek ini terbagi dalam empat seksi utama:
- Gedebage–Garut Utara
- Garut Utara–Tasikmalaya
- Tasikmalaya–Patimuan
- Patimuan–Cilacap
Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp56 triliun, tol ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh serta membuka akses ekonomi di wilayah selatan Jawa.
Minimnya minat investor terhadap Tol Getaci menunjukkan tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur berbasis investasi, terutama pada proyek dengan proyeksi trafik rendah. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah kini lebih memprioritaskan proyek yang berdampak langsung bagi masyarakat, sembari mengevaluasi kelanjutan proyek tol tersebut.

