Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
CILACAP – Kabupaten Cilacap kembali mencuri perhatian dunia otomotif internasional dengan menjadi tuan rumah Hiu Selatan International Hard Enduro (HSIHE) Vol. 8. Ajang balap motor trail ekstrem yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 ini menghadirkan puluhan pembalap dunia dan diproyeksikan menjadi salah satu event hard enduro terbesar di Asia Tenggara.
Sebanyak 27 rider internasional dari 18 negara dipastikan ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi. Kehadiran para pembalap elite dunia semakin mengukuhkan posisi Cilacap sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional.
Diikuti Rider Terbaik Dunia
Koordinator Hiu Selatan International Hard Enduro, Law Aguan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat persaudaraan komunitas hard enduro sekaligus mempromosikan potensi Kabupaten Cilacap kepada dunia.
“Event ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi pecinta hard enduro dari berbagai negara,” ujar Law Aguan.
Beberapa pembalap papan atas dunia yang dipastikan tampil antara lain:
- Manuel Lettenbichler (Jerman)
- Trystan Hart (Kanada)
- Mario Roman (Spanyol)
- Alfredo Gomez (Spanyol)
Selain itu, peserta juga datang dari Korea Selatan, Jepang, China, Mongolia, Iran, Australia, dan berbagai negara lainnya.
Total Hampir 500 Rider
Antusiasme peserta terus meningkat setiap tahunnya.
Panitia mencatat sebanyak:
- 289 rider mengikuti kelas kompetisi.
- 270 rider mengikuti kelas partisipasi.
Secara keseluruhan, sekitar 500 pembalap akan turun di lintasan, belum termasuk ribuan anggota komunitas trail yang turut memeriahkan rangkaian acara.
Lintasan Ekstrem Jadi Daya Tarik
Seluruh peserta akan menghadapi karakter lintasan khas hard enduro yang memadukan berbagai rintangan alam, mulai dari:
- Tanjakan ekstrem
- Jalur berbatu
- Sungai dan lumpur
- Medan perbukitan
- Hambatan alami berteknis tinggi
Menurut Law Aguan, seluruh lintasan telah dipetakan dan disesuaikan dengan kategori peserta sehingga tetap aman tanpa mengurangi tingkat tantangannya.
“Kami telah melakukan pemetaan lintasan secara menyeluruh dan menyesuaikan tingkat kesulitan pada setiap kelas,” jelasnya.
Diawali Test Track dan Downtown Prologue
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Test Track di kawasan Titik Nol Kilometer Cilacap pada 2 Juli 2026.
Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi pembalap untuk mengenali karakter motor maupun lintasan sebelum memasuki perlombaan utama.
Selanjutnya digelar Downtown Prologue pada 3 Juli 2026.
Balapan yang berlangsung di kawasan perkotaan ini menjadi salah satu atraksi favorit karena masyarakat dapat menyaksikan aksi para rider dunia dari jarak dekat.
Puncak kompetisi berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di kawasan Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi.
Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Selain menjadi ajang olahraga internasional, Hiu Selatan International Hard Enduro juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Kehadiran ratusan pembalap beserta kru, keluarga, dan wisatawan diprediksi meningkatkan okupansi hotel, restoran, transportasi, hingga penjualan produk UMKM lokal.
Wisatawan yang datang juga berkesempatan menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner, serta budaya khas Kabupaten Cilacap.
Konsep sport tourism yang diusung dalam ajang ini dinilai mampu memperkuat citra Cilacap sebagai salah satu destinasi penyelenggara event olahraga ekstrem bertaraf internasional.
Perkuat Posisi Cilacap di Kancah Internasional
Keikutsertaan pembalap dari 18 negara menunjukkan Hiu Selatan International Hard Enduro telah berkembang menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga otomotif dunia.
Dengan kombinasi lintasan alami yang menantang, persaingan pembalap kelas dunia, serta dampak ekonomi bagi masyarakat, penyelenggaraan HSIHE Vol. 8 diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Cilacap sebagai destinasi unggulan sport tourism Indonesia yang mampu menarik perhatian komunitas otomotif internasional.


