Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
CILACAP – Sebuah video amatir yang diunggah akun media sosial @Joking0432 menjadi perhatian publik setelah memperlihatkan kondisi abrasi yang disebut semakin parah di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam video tersebut tampak air laut pasang telah merendam sejumlah area persawahan di kawasan pesisir. Ombak yang terus mengikis daratan memunculkan kekhawatiran warga karena garis pantai dinilai terus bergeser mendekati permukiman.
Video tersebut disebut direkam di wilayah Slarang, Semampir, Winong, dan Gombol, Kecamatan Kesugihan, yang berada tidak jauh dari kawasan PLTU Karangkandri.
Warga yang tampil dalam video menyebut luas lahan pertanian yang berpotensi hilang akibat abrasi diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hektare. Mereka menggambarkan kondisi tersebut sebagai bukti nyata semakin luasnya daratan yang terkikis ombak Samudra Hindia.
Abrasi Terus Menggerus Daratan
Warga setempat mengaku perubahan garis pantai berlangsung secara bertahap dari tahun ke tahun.
Mereka menyebut sejumlah kawasan yang sebelumnya masih berupa daratan kini telah berubah menjadi laut. Kekhawatiran terbesar masyarakat adalah semakin banyak sawah produktif yang hilang akibat abrasi, hingga hanya menyisakan sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan meski lahannya telah tenggelam.
Fenomena abrasi di kawasan ini sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut abrasi di kawasan Pantai Winong, Desa Slarang, telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Bahkan pada tahun 2020, abrasi dilaporkan telah mengikis daratan hingga sekitar 700 meter. Saat ini, menurut keterangan warga, jarak antara bibir pantai dengan permukiman di Dusun Winong diperkirakan hanya tersisa sekitar 20–25 meter.
Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir apabila laju abrasi tidak segera ditangani.
Keberadaan PLTU Ikut Menjadi Sorotan
Lokasi abrasi yang berada di sekitar kawasan PLTU Karangkandri turut menjadi perhatian masyarakat.
Sebagian warga menyampaikan kekhawatiran bahwa berbagai aktivitas pembangunan di kawasan pesisir, termasuk reklamasi maupun aktivitas industri, dapat memengaruhi perubahan lingkungan pantai.
Namun hingga saat ini belum terdapat kesimpulan ilmiah maupun pernyataan resmi yang menyatakan adanya hubungan sebab-akibat secara langsung antara keberadaan PLTU dengan meningkatnya abrasi di wilayah tersebut.
Meski demikian, masyarakat berharap seluruh faktor yang berpotensi memengaruhi perubahan garis pantai dapat dikaji secara komprehensif oleh instansi terkait.
Warga Minta Penanganan Lebih Cepat
Melalui video yang beredar di media sosial, warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pesisir Kecamatan Kesugihan.
Mereka mengajak masyarakat untuk ikut menyebarkan informasi tersebut agar persoalan abrasi mendapat penanganan yang lebih serius sebelum dampaknya semakin meluas.
Harapan tersebut muncul karena abrasi juga telah menimbulkan kerugian di sejumlah kawasan pesisir lain di Kabupaten Cilacap. Di Pantai Sodong, Kecamatan Adipala, abrasi sebelumnya dilaporkan merusak puluhan warung serta fasilitas wisata sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung.
Penanaman Mangrove Dinilai Perlu Diperluas
Sebagai salah satu langkah mitigasi, berbagai pihak sebelumnya telah melakukan penanaman mangrove di beberapa kawasan pesisir Cilacap.
Perhutani bersama Kodim 0703/Cilacap, misalnya, melakukan penanaman mangrove di kawasan Pantai Sodong melalui konsep pagar segoro sebagai upaya mengurangi laju abrasi.
Warga berharap program serupa juga dapat diperluas ke kawasan Slarang, Winong, Semampir, Gombol, dan wilayah pesisir lainnya yang kini menghadapi ancaman abrasi, sehingga sisa daratan dan lahan pertanian yang masih ada dapat terlindungi dari pengikisan gelombang laut.


