Banyumas Raya

Calon Gubernur Jawa Barat yg diusung Partai NasDem, PPP, Partai Hanura dan PKB, Ridwan Kamil milik cara jitu bagi menghindari praktik korupsi. Di Kota Bandung, dirinya melakukan pencegahan korupsi dengan teknologi.
- Dedi Mulyadi janjikan kios gratis bagi pedagang di Jabar
- TB Hasanuddin minta KPK usut calon atau kepala daerah yg tersangkut korupsi
- Sapa warga Depok, Ridwan Kamil naik KRL dari Manggarai
“Saya melakukan pencegahan korupsi dengan mengunci perilaku buruk dengan teknologi. Saya lakukan itu di Kota Bandung. Kita ada e-budgeting menemukan anggaran yg mampu dikorupsi yg boros, hematlah sesuatu triliun,” katanya saat menyapa warga Depok, Jumat (9/3).
Dikatakan lebih lanjut, ada juga aplikasi hibah bantuan sosial (bansos) yg semula dikerjakan kurang tepat sasaran, kini menjadi lebih transparan. Kemudian ada aplikasi e-RK buat pekerjaan.
“Aplikasi hibah bansos yg tadinya ngasih asal-asalan, gelap-gelapan sekarang transparan. Kita ada aplikasi e-RK, untuk kerjaan kami mampu menemukan orang yg malas kerja,” paparnya.

ridwan kamil ketika kampanye di Depok 2018 Merdeka.com/nur fauziah
Di Kota Bandung juga dirinya mengaku telah menyejahterakan pegawai. Hal itu dikerjakan agar tak terjadi tindakan korupsi.
“Di Bandung telah kami sejahterakan. Jadi camat di Bandung penghasilannya Rp 30 juta, lurah Rp 20 juta. Jadi kalau masih korupsi, KPK tangkap saja. Nah ini mereka kami kunci dengan preventif teknologi mudah-mudahan keadaan lebih baik,” tutupnya. [rnd]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

