Banyumas Raya

DEPOK, – Menteri Agama Lukam Hakim Saifuddin mengatakan, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) mulai membuka tujuh fakultas saat resmi beroperasi, 2022 yg mulai datang.
Tujuh fakultas yg dimaksud, yakni Kajian Islam, Ilmu Sosial Humaniora, Ekonomi Islam, Sains dan Teknologi, Pendidikan serta Arsitektur dan Seni.
Namun, tahun 2019 diperkirakan sudah ada bangunan fakultas yg rampung. Aktivitas pun telah mampu dimulai sejak ketika itu.
“Untuk tahun pertama, ada tiga program studi yg mulai dibuka, merupakan Kajian Islam, Pendidikan serta Ilmu Sosial Humaniora,” ujar Lukman ketika acara groundbreaking pembangunan UIII di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).
Baca juga: Jokowi Minta UIII Dibangun di Lahan Seluas 1.000 Hektare, tetapi Ini Kenyataannya…
Meski dibangun tak serempak, lanjut Lukman, namun nantinya bangunan dengan tata ruang yg telah dirancang mulai terhampar megah dan asri. Sebab, dari total 142,5 hektare, cuma 30 persen lahan yg didirikan bangunan, sementara sisanya ruang terbuka hijau.
Berdasarkan master plan, kawasan UIII itu mulai didirikan akan dari gedung fakultas, gedung rektorat, perpustakaan, gedung serba guna, pusat olahraga, taman cagar alam, taman suaka religi hingga rumah permanen untuk mahasiswa berkeluarga, karyawan serta tenaga pengajar.
“Semuanya dirancang bersahabat dan menyatu dengan alam,” ujar Lukman.
Lahan hijau, tak cuma dimanfaatkan untuk mahasiswa saja, tetapi direncanakan juga bisa dinikmati oleh masyarakat yg ingin berekreasi.
Baca juga: Sudah Banyak Universitas Islam, Mengapa Jokowi Tetap Bangun UIII?
Lukman melanjutkan, ia mengapresiasi Presiden Jokowi yg sudah menginisiasi pembangunan kampus UIII segera dengan status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).
Bahkan, cuma butuh waktu beberapa tahun saja, proyek ini masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga menjadi prioritas di alokasi anggaran.
“Kami percaya keputusan Bapak Presiden memprioritaskan pembangunan kampus ini mulai menjadikan Indonesia di masa depan bukan saja sebagai salah sesuatu tujuan wisatawan asing, melainkan juga jadi tujuan negara studi mahasiswa internasional di bidang kajian Islam,” ujar Lukman.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

