Banyumas Raya

JAKARTA, – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyarankan kedua capres yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto langsung bertemu buat meredakan ketegangan masing-masing pendukung mereka.
Menurut dia, rapat Jokowi dan Prabowo tidak perlu dirancang formal sehingga dapat langsung terealisasi.
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/2/2017)“Informal aja. Enggak usah membayangkan membahas mengenai politik. Jadi antara Prabowo dan Jokowi sebagai pribadi bukan sebagai presiden. Sebaiknya langsung mengadakan pertemuan, buat meredakan yg di bawah-bawah ini lho,” ujar Jimly usai bersilaturahim bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tokoh-tokoh Islam di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, Senin (22/4/2019).
Baca juga: Jimly Minta Prabowo Tak Ikuti Saran Amien Rais soal People Power
Ia menilai, ketika ini situasi di akar rumput tak kondusif karena masing-masing pendukung telah mendeklarasikan kemenangan capres yg mereka dukung.
Padahal, KPU belum mengumumkan hasil rekapitulasi suara secara resmi.
Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu mengimbau kepada masing-masing tim sukses buat meredam emosi pendukung kedua capres.
Timses juga diingatkannya agar tidak memprovokasi pendukung bagi mengklaim kemenangan.
Baca juga: Muhammadiyah Usulkan Tak Hanya Pertemuan Jokowi-Prabowo, tapi Juga Timses
“Ini tambah masalah, dua-duanya jadi declare. Malah katanya TKN telah menganjurkan syukuran di daerah-daerah. Ini kan tambah masalah, padahal belum selesai. Keputusan belum ada. Tunggulah, percayakan seluruh proses ini kepada KPU,” ujar dia.
“Dan nanti kalau ada ketidakepuasan bawa ke MK. Tugas timses ini menghimpun ke alat bukti. Bawa ke MK, MK mulai bagi persidangan terbuka dan di situ publik mulai belajar, mengenai mana yg benar dan mana yg masalah,” lanjut Jimly.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

