Banyumas Raya
JAKARTA, – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon mengeluhkan masalah yg dia laporkan tahun dahulu tidak kunjung diusut oleh Bareskrim Polri. Pada Mei 2017, Fadli melalui kuasa hukum dari Advokat Cinta Tanah Air melaporkan pemilik akun Twitter @NathanSuwanto ke Bareskrim Polri.
Kicauan akun tersebut dianggap bernada ancaman kepada sejumlah orang, termasuk Fadli.
Fadli mengaku sudah mengatakan keluhannya itu ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
“Ada beberala perkara aku sampaikan kepada Kapolri. Saya laporkan hampir sesuatu tahun ya ancaman pembunuham yg dikerjakan oleh saudara Nathan sampai sekarang belum jelas ini mulai ditindaklanjuti pihak polisi dan aku telah komunikasi,” ujar Fadli di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (2/3/2018).
Baca juga : Diancam Dibunuh, Fadli Zon Laporkan Pemilik Akun Twitter @NathanSuwanto
Fadli mengatakan, mendengar pengaduannya itu, Kapolri merespon dengan positif. Tito, kata dia, menyatakan pihaknya mulai menindaklanjuti laporan yg disampaikan ke Bareskrim itu.
Fadli menilai, selama ini Polri masih tebang pilih dalam menangani perkara. Sejauh ini, Polri dianggap berada di pihak pemerintah. Sementara pihak yg kontra dengan pemerintah kurang diperhatikan dari aspek hukum.
“Masyarakat menilai dan melihat, jangan sampai instusi kepolisian dipakai orderan penguasa. Kita ingin Polri jadi alat negara yg profesional,” kata dia.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mencontohkan upaya jemput paksa kepada Asyari Usman. Asyari yg yaitu mantan jurnalis Asyari dilaporkan kuasa hukum Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi.
Baca juga : Fadli Zon Laporkan Ananda Sukarlan dan Beberapa Akun Lain ke Polisi
Ansyari menulis di media teropongsenayan.com berjudul “Dukung Djarot-Sitorus: Ketum PPP Menjadi ‘Politisex Vendor'”. Akibat tulisan itu, Asyari dijemput paksa malam-malam bagi diperiksa sebagai tersangka.
Fadli membandingkan dengan perkara Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando yg dilaporkan karena dianggap menista agama. Namun, hingga kini, Ade masih bebas di luar sana.
“Responnya berbeda dengan yg kritis kepada pemeintah. Itu segera diciduk malam-malam. Dia (Ade) dilaporkann sampai sekarang tak ada tindaklanjut,” kata Fadli.
Meski begitu, Fadli meyakini masih ada polisi baik yg mulai menindaklanjuti laporannya terhadap pianis Ananda Sukarlan dan dua akun di media sosial. Fadli merasa namanya dicemarkan atas kabar hoaks yg disebarkan akun-akun tersebut.
Baca juga : Fadli Zon Kecewa Orang Tak Terkait Pelanggaran Hukum Jadi Korban Hoaks
Di media sosial, viral kabar hoaks mengenai dirinya dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Di foto yg viral, disebutkan bahwa Fadli dan Prabowo sedang bersantap dengan penggawa Muslim Cyber Army (MCA).
Padahal, kata Fadli, pria yg berfoto bersama dirinya dan Prabowo bernama Eko Hadi. Eko berjalan kaki dari Madiun ke Jakarta demi menunaikan nazar seandainya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menang Pilkada DKI Jakarta 2017.
Ia berharap Polri langsung mengusut laporannya tersebut.
“Tidak cuma ke mereka yg kontra kepada pemerintah, tetapi segala yg menyebar hoaks, diperlakukan dengan adil,” kata Fadli.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

