Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – Saat ini kendala penting pemberian immunoterapi adalah biaya yg sangat mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Dengan demikian, pemberiannya terbatas pada pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Tanpa imunoterapi saja, pengobatan kanker telah sangat mahal.
“Kanker membuat individu menjadi tak produktif, dan biaya pengobatannya mulai menguras keuangan,” kata Spesialis onkologi medik Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM dari FKUI/RSCM, Jakarta, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin, (08/04/2019).
Selain itu belum banyak macam kanker yg bisa dibuktikan mulai baik dengan pemberian immunoterapi. Saat ini imunoterapi yaitu metode pengobatan kanker yg masih tergolong baru, dan berbagai pusat penelitian di semua dunia sedang mengumpulkan data angka keberhasilan buat digunakan pada berbagai jenis kanker.
“Penggunaan imunoterapi harus mengacu pada guideline yg baku, dan tak boleh digunakan di luar itu kecuali dalam kerangka penelitian medis, dan dokter harus mengikuti standar prosedur yg baku,” tegas dr. Jeffry
Ia melanjutkan, kebutuhan imunoterapi di Indonesia sangat besar, apalagi ini dinilai sebagai pengobatan masa depan bagi perkara kanker.
“Namun di Indonesia penggunaannya belum luas, masih terbatas, sehingga datanya belum banyak,” ujarnya.
Sebagai praktisi, dr. Jeffry berharap kehadiran imunoterapi mampu memberi kesintasan yg lebih baik.
“Harus dipahami bahwa imunoterapi bukan tanpa efek samping. Salah satunya, membuat sistem imun terlalu aktif. Padahal sistem kekebalan tubuh harus tetap seimbang. Jika terlalu berlebihan, dapat muncul efek samping seperti sesak napas pada ketika diberikan imunoterapi, dermatitis, kulitnya dapat meradang. Hal ini berdasarkan pengalaman aku di MRCCC ini,” katanya,
Hal menarik disampaikan oleh Dr. dr. Andika. Ia menemukan, imunoterapi tidak cuma meningkatkan PFS, tetapi juga membuat kualitas hidup pasien lebih baik. Secara umum, efek samping dari imunoterapi tak seberat yg ditimbulkan oleh kemoterapi. Pneumonitis (radang paru) dan radang/ruam pada kulit termasuk yg kerap muncul pada pemberian imunoterapi. Menariknya, efek samping ini tak kelihatan pada pasien-pasien Dr. dr. Andhika.
“Mungkin karena dosisnya kecil. Dosisnya itu 2 mg/kg berat badan. Bobot pasien Indonesia rata-rata rendah, jadi dosis yg diberikan cuma sekitar 100 mg,” paparnya.
Pasiennya yg diterapi dengan obat ini tetap mampu beraktivitas, tanpa keluhan efek samping. Selain itu, pemberian anti PD-1 di Indonesia juga relatif singkat.
“Biasanya cuma delapan sampai beberapa belas kali, karena harga obatnya sangat mahal,” imbuhnya.
Sedangkan di negara maju, penggunaan anti PD-1 dapat sampai beberapa tahun, hingga penyakit kembali muncul.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
CILACAP — Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengurangan risiko bencana, khususnya terhadap ancaman...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sebaran material vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Selain abu...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...