Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Jakarta – Menjadi Ibu baru memang belum memiliki banyak pengalaman. Terkadang, perasaan bingung kerap menghampiri.
Ini berlaku pula terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Dalam kesempatan ini, dr. Yoga Devaera, seperti yg dikutip dari siaran pers yg diterima dari Philips, Jakarta, Rabu, (08/08/2018), memaparkan dua mitos seputar ASI dan MPASI yg tidak jarang beredar, antara yang lain :
1. Mitos Ibu menyusui cuma boleh mengonsumsi makanan hambar
Benar, bahwa ibu menyusui harus memperhatikan apa yg ia makan, tapi tak berarti harus ada banyak pantangan. Ibu mampu memakan makanan yg mereka suka, selama tak berpengaruh buruk ke kesehatan ibu (misalnya makanan yg bisa menyebabkan alergi).
Bahkan, ada keuntungan tersendiri dari Ibu yg tak terlalu banyak pantangan saat menyusui. Selain membuat Ibu senang karena dapat memakan beragam makanan dan mengurangi stress sehingga produksi ASI lebih lancar, si kecil nantinya tak mulai tumbuh menjadi anak yg pilih-pilih makanan, karena telah diperkenalkan dengan berbagai rasa.
2. Mitos Ibu harus berenyi menyusui saat sedang sakit
Tidak menyusui selama sakit bukan berarti bayi tak mulai tertular penyakit ibu. Di ketika ibu menyadari bahwa ia tak sehat, si kecil kemungkinan telah akan terpapar dengan virus atau bakteri penyebab infeksi. Malahan, menyusui saat sedang sakit mulai memberikan antibodi pelindung yg mulai menjaga bayi tetap sehat.
3. Mitos setelah kembali bekerja, Ibu harus menyapih bayi
Tentunya hal ini tak benar. Jika Ibu berkomitmen buat memerah ASI, dia tetap mampu memberikan ASI buat si kecil selama yg dia inginkan. Ibu dapat memerah beberapa hingga tiga jam sekali di sela pekerjaan.
Ibu tetap menyusui di pagi hari sebelum berangkat dan di malam hari. Hal ini mulai menjaga produksi ASI ibu tak berkurang setelah kembali bekerja. Jangan lupa akan menabung ASI sebelum masa cuti berakhir.
4. Mitos MPASI harus terdiri dari banyak buah dan sayur saja
Selain karbohidrat bayi juga membutuhkan tambahan protein dan terutama zat besi dari makanannya. Zat besi sangat utama buat kecerdasannya.
Zat besi pada sayuran hijau mempunyai penyerapan yg buruk sedangkan zat besi dalam daging merah mempunyai penyerapan yg baik. Apabila si kecil cuma diberikan buah dan tim sayur, makin lama si kecil makin kekurangan zat besi dan protein.
Ibu tak perlu khawatir pada usia 6 (enam) bulan saluran cerna bayi telah bersiap mencerna sumber protein hewani. Jadi, pastikan MPASI mengandung sumber protein hewani dan sumber zat besi seperti daging merah atau ati ayam.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...