Banyumas Raya

Hipotensi dan hipertensi yaitu istilah buat penyakit mengenai tekanan darah. Tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Dan sebaliknya, tekanan darah rendah disebut hipotensi.
- 5 Cerita perjalanan realisasi 51 persen saham divestasi Freeport sejak era Soeharto
- Tingkatkan pelayanan e-KTP, Kemendagri jalin kerjasama dengan Emtek & Espay
- Sandiaga targetkan pembangunan Stadion BMW selesai 2,5 tahun
Tekanan darah juga terdiri dari beberapa nilai, merupakan tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan pada dinding pembuluh darah ketika jantung memompa darah ke semua tubuh, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan pada dinding pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara denyut.
Tekanan darah yg normal sangat dibutuhkan tubuh guna menjalankan berbagai fungsinya secara optimal. Tanpa tekanan, darah tak bisa mengalir melalui pembuluh darah ke jaringan atau organ tujuannya. Padahal, darah berfungsi sebagai pembawa oksigen dan nutrisi yg dibutuhkan sel tubuh.
Normalnya, tekanan darah pada orang dewasa terukur pada angka 120/80 mmHg. Anda dikatakan hipertensi seandainya hasil pengukuran tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg. Jika hasil pengukuran tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg, ini yaitu hipotensi.
Tekanan darah secara alami mampu berubah-ubah sesuai dengan aktivitas dan keadaan tubuh seseorang. Pada orang yg sehat, tekanan darah terendah dialami ketika tidur atau beristirahat. Sedangkan tekanan darah tertinggi terjadi saat sedang beraktivitas fisik dan mengalami tingkat stres dan kecemasan tinggi.
Oleh sebab itu, pengukuran tekanan darah sebaiknya dikerjakan ketika tubuh dalam keadaan istirahat atau tak melakukan apa pun selama 5-15 menit, tak habis merokok, tak melakukan aktivitas berat seperti berolahraga, dan sedang tak marah.
Saksikan juga video menarik berikut:
Hipertensi dan hipotensi, mana yg lebih berbahaya?

penyakit tekanan darah 2018 Liputan6.com
Bahaya hipertensi dan hipotensi tak mampu dibandingkan, sebab kedua keadaan tersebut sama-sama memiliki dampak dan risiko yg bisa menimbulkan komplikasi penyakit dalam jangka panjang, dan tentunya mampu memberikan pengaruh buruk pada tubuh.
Pada perkara hipertensi yg sudah berlangsung lama, komplikasi yg bisa terjadi mampu berupa kerusakan pada organ vital dan pembuluh darah. Kerusakan pada pembuluh darah ini mampu menyebabkan komplikasi yg lebih fatal seperti serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, gangguan pada mata, demensia, dan masih banyak lagi.
Sedangkan pada masalah hipotensi, kondisi ini menyebabkan darah tak bisa dipompa ke segala tubuh. Hal ini mulai menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jantung, otak, dan organ vital lainnya. Aliran darah yg berkurang memiliki dampak buat sel-sel tubuh karena mengakibatkan berkurangnya oksigen dan nutrisi yg dibutuhkan bagi menjalankan fungsinya. Apabila keadaan ini selalu dibiarkan dan selalu berlanjut, maka mulai menimbulkan kerusakan pada sel, jaringan, organ, dan akhirnya berujung pada kematian.
Meski dampaknya mampu fatal seandainya tak ditangani, tetapi hipertensi maupun hipotensi yaitu keadaan yg dapat dicegah sejak dini. Beberapa cara yg mampu diterapkan buat menjaga tekanan darah tetap normal adalah dengan menjaga berat badan tetap ideal, menerapkan pola makan sehat dan seimbang, istirahat yg cukup, olahraga secara rutin, mengurangi stres, serta berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.
Berhentilah membandingkan mana yg lebih bahaya antara hipertensi dan hipotensi, karena keduanya memiliki dampaknya masing-masing terhadap kesehatan tubuh. Daripada sibuk membandingkan keduanya, lebih baik lakukan pencegahan atau jalani terapi atas beberapa keadaan tersebut, sebelum muncul komplikasi yg tak diinginkan.
Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Nah, tahukan anda tentang fakta unik cara bagi mencegah hipertensi yg sesuatu ini. Ternyata memberikan pelukan mampu membuat tekanan darah lebih seimbang dan mampu mencegah hipertensi.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

