Banyumas Raya

Kanker payudara adalah salah sesuatu penyakit yg paling menghantui untuk para wanita. Karena kalau sel kanker telah memasuki stadium akhir, maka bagian tubuh tersebut harus dihilangkan. Selain itu obat bagi kanker payudara yg bernama trastuzumab tidaklah murah. Oleh karena itu, kini BPJS tak lagi menjamin obat tersebut.
- 5 Cerita perjalanan realisasi 51 persen saham divestasi Freeport sejak era Soeharto
- Tingkatkan pelayanan e-KTP, Kemendagri jalin kerjasama dengan Emtek & Espay
- Sandiaga targetkan pembangunan Stadion BMW selesai 2,5 tahun
Nugroho menyampaikan di Jakarta, Kamis, efektivitas pemberian trastuzumab pada pengidap penyakit kanker di tiap stadium berbeda-beda. Jika pemberian pada stadium awal, trastuzumab memberikan kesempatan penyembuhan yg lebih tinggi. “Untuk stadium awal memberikan kesembuhan jelas, kesempatan hidupnya jauh lebih lama,” kata Nugroho.

penyakit kanker 2018 liputan6.com
Sedangkan efektivitas trastuzumab pada kanker stadium IV atau metastasis, merupakan sel kanker telah menyebar ke sejumlah organ lainnya, berfungsi bagi memperpanjang kesempatan hidup dan memperbaiki kualitas hidup.
Nugroho menekankan pemberian trastuzumab pada pengidap kanker stadium awal sangat utama guna mencegah peningkatan ke stadium lanjut atau bahkan dapat memberikan kesembuhan.
Nugroho menjabarkan angka harapan hidup seseorang pada kanker payudara stadium 0 ialah 100 persen, pada stadium I 98 persen, stadium II 88 persen, stadium III 52 persen, dan pada stadium IV 16 persen.
Dia menyampaikan sebelumnya BPJS Kesehatan memberikan jaminan pengobatan trastuzumab pada pengidap kanker stadium metastasis dan tak menjamin buat stadium awal. Saat ini kebijakan tersebut dibalik dengan memberikan jaminan trastuzumab pada pengidap kanker payudara stadium awal.
Hanya buat stadium awal

penyakit kanker 2018 liputan6.com
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Maya Amiarny Rusady pada kesempatan sebelumnya sudah menegaskan obat buat kanker payudara trastuzumab masih dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.
Namun ia menggarisbawahi jaminan trastuzumab diberikan pada pengidap kanker payudara stadium awal dengan merujuk pertimbangan Dewan Pertimbangan Klinis yg menyatakan efektivitas pemberian trastuzumab di tiap stadium.
Meski trastuzumab telah tak lagi dijamin buat pengidap kanker payudara stadium metastasis, Maya menyampaikan BPJS Kesehatan memasukkan obat-obatan yang lain dalam formularium nasional yg dapat menjadi alternatif buat pengobatan kanker payudara pengganti trastuzumab.
Nugroho mengungkapkan biaya bagi pemberian obat trastuzumab pada pasien kanker payudara dapat mencapai Rp15-20 juta sesuatu kali pengobatan. Sedangkan pasien setidaknya harus melakukan lima hingga delapan kali pemberian trastuzumab dalam sesuatu periode pengobatan. (Antaranews/Aditya Ramadhan)
Jadi, BPJS tak mencabut jaminan buat obat trastuzumab sepenuhnya. Namun cuma membatasinya bagi penderita pada stadium awal saja. Karena harapan bagi mampu sembuh masih tinggi. Selain itu hal ini juga buat menghemat anggaran negara.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

