Banyumas Raya

Jakarta – Saat ini terjadi viral di tengah masyarakat adanya berita tentang penanganan hipotermia oleh pendaki gunung dengan cara pendekatan skin to skin dengan cara menyetubuhi.
Hal ini akhirnya menimbulkan kontroversi. Hipotermia adalah suatu kondisi suhu tubuh turun drastis sampai 35 derajat celcius.
Perlu diketahu dalam kondisi normal suhu tubuh kalian 37 derajat celcius. Hipotermia adalah kondisi emergensi yg harus langsung diatasi.
Bagaimana menghindari dan mengatasi hipotermia?
Menurut Dr.Ari F Syam Akademisi dan Praktisi Kesehatan menjelaskan buat mencegah udara dingin kalian harus menutupi badan kami agar udara dingin yg menyengat tak lansung kontak dengan kulit.
“Gunakan jaket yg bisa menutupi semua tubuh kita, diusahakan buat memakai pakaian berlapis gunakan tutup kepala tambahan, kaus kaki tebal dan sarung tangan selama berada diluar di ketika udara dingin menyengat di luar rumah,” kata Ari and Syam, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (27/07/2019).
Diusahakan terus bagi memakai pakaian yg kering dan bersih. Udara dingin yg menyengat dan segera kontak dengan kulit mulai menyebabkan kulit menjadi kering.
Karena itu harus terus mengoleskan lotion pada kulit tangan dan telapak kaki agar kulit tak mengering dan tak menimbulkan luka.
“Bibir dan lubang hidung juga diusahakan bagi terus diolesi krim. Tentunya krim yg diperuntukan bagi bibir dan hidung agar bibir tak kering dan tak menimbulkan luka yg pada akhirnya mulai mengurangi nafsu makan,” tambahnya.
Mimisan atau keluar darah dari hidung tidak jarang terjadi pada masyarakat yg mengalami kekeringan pada lubang hidungnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

