Banyumas Raya

Jakarta – Penelitian membuktikan bahwa atezolizumab mampu meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien.
Atezolizumab memberikan rata-rata kesintasan (survival) hingga 13,8 bulan dan durasi respons yg panjang hingga 23,9 bulan pada pasien kanker paru NSCLC stadium lanjut yg tak merespons pengobatan sebelumnya (lini kedua).
Sementara bagi pasien kanker kandung kemih stadium lanjut lini kedua, atezolizumab
memberikan durasi respons yg panjang hingga 21,7 bulan.
Atezolizumab memiliki profil keamanan yg lebih baik dengan efek samping yg lebih
terkontrol dibandingkan dengan pengobatan standar lainnya.
Selain itu, atezolizumab memberikan kenyamanan pada pasien NSCLC stadium lanjut lini kedua karena tes PD-L1 tak diperlukan buat menjalani terapi ini, sehingga pasien tak perlu melakukan biopsi ulang.
Atezolizumab terbukti meningkatkan harapan hidup pada segala pasien NSCLC & UC
stadium lanjut lini kedua tanpa memandang status PD-L1-nya.
“Kami menyambut baik kehadiran atezolizumab di Indonesia. Sebagai pusat kanker nasional, RSKD berkomitmen bagi menyediakan layanan imunoterapi kanker berstandar global buat pasien,” kata DR. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD. K-Ger.MPH, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah
Sakit Kanker Dharmais (RSKD), seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (27/07/2019).
Dengan seluruh manfaat yg ditawarkan atezolizumab, pihaknya berharap agar obat inovatif ini bisa diakses oleh pasien di Indonesia.
“Untuk itu kalian bersiap bekerja sama dengan berbagai pihak buat memastikan kesiapan dokter ahli, pelayanan diagnostik, serta ketersediaan obat imunoterapi kanker agar pasien memperoleh manfaat yg optimal,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

