Ketua DPRD Kebumen, Saman, meminta agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Kebumen, Jawa Tengah, dievaluasi.
Permintaan ini disampaikan menyusul insiden keracunan yang terjadi di Kecamatan Petanahan pada Kamis (25/9/2025), yang mengakibatkan ratusan orang, terutama pelajar, mengalami mual dan muntah.
“Kami meminta untuk dievaluasi MBG di wilayah Kebumen secara keseluruhan, karena tidak menutup kemungkinan terjadi di MBG yang lain,” kata Saman dalam keterangan resminya pada Senin (29/9/2025).
Saman menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan MBG harus mencakup semua aspek, tidak hanya penyajian makanan, tetapi juga proses memasak hingga makanan disajikan di sekolah-sekolah. “Kalau tidak dievaluasi, ini akan rentan bermasalah,” tambahnya.
Setelah insiden keracunan, Saman dan pihak terkait telah menengok langsung para siswa yang dirawat di PKU Muhammadiyah dan Puskesmas Petanahan pada malam hari yang sama, Kamis (25/9).
Berdasarkan penelusuran, penyedia menu makanan untuk program MBG tersebut adalah Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Saka Tunggal Bersama. Yayasan ini telah melayani program MBG di wilayah Kecamatan Petanahan sejak Agustus 2025 lalu dan mampu menyediakan menu MBG dengan kapasitas 3.780 porsi per hari.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkas Saman.

