Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjarnegara, Drs. Indarto, M.Si, akan segera memasuki masa pensiun pada 31 Oktober 2025. Momen tersebut menandai akhir perjalanan panjang pengabdiannya di dunia birokrasi setelah 38 tahun berkarier di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara.
Indarto mulai menjabat sebagai Sekda sejak tahun 2018 pada masa kepemimpinan Bupati Budhi Sarwono. Sejak saat itu, ia dipercaya mengemban tugas penting selama lima tahun hingga Februari 2023. Setelah masa jabatannya berakhir, Indarto beberapa kali mendapat perpanjangan masa tugas, terakhir hingga Oktober 2025, atas keputusan Pj Bupati Muhamad Masrofi.
Sosok Birokrat Penuh Dedikasi
Mantan Ketua DPRD Banjarnegara periode 2019–2024, Ismawan Setya Handoko, menilai Indarto sebagai sosok birokrat yang bijaksana dan penuh dedikasi.
“Beliau orang yang sangat baik, sabar, dan sosok orang yang luar biasa. Karena kebijaksanaannya, ketika memimpin rapat kami kerap merasa canggung berhadapan dengan beliau lantaran wibawa dan ketegasannya,” ujar politisi PDIP Banjarnegara.
Ismawan juga berharap, setelah Indarto pensiun, akan muncul sosok pengganti yang mampu melanjutkan kiprah positifnya. “Semoga ada pengganti yang bisa seperti beliau, atau bahkan lebih baik, sehingga dapat berperan penting untuk Banjarnegara,” tambahnya.Persiapan Masa Pensiun
Menjelang purna tugas, Indarto mengaku siap mengakhiri masa baktinya. “Saya selesai bertugas 31 Oktober nanti, karena sudah memasuki usia pensiun. Jadi mulai 1 November saya sudah tidak aktif lagi,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai rencana pasca pensiun, Indarto mengaku belum berpikir untuk terjun ke dunia politik. Ia memilih untuk menikmati masa pensiun bersama keluarga setelah bertahun-tahun bergelut dengan tugas pemerintahan.
Pesan untuk Banjarnegara
Indarto juga menitipkan pesan khusus bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam mewujudkan visi-misi daerah.
“Harapan saya, Banjarnegara dapat terus maju dan sejahtera di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati. Untuk itu diperlukan kerja sama, baik internal pemerintahan maupun dengan seluruh masyarakat,” katanya.
Selain itu, Indarto menyoroti sejumlah pekerjaan rumah besar yang masih harus dituntaskan, seperti penanganan kemiskinan dan stunting. “Persoalan ini menjadi tugas bersama. Dengan kerja sama yang kuat, saya yakin masalah tersebut bisa diatasi,” tambahnya.
Tantangan Mencari Pengganti
Dengan pensiunnya Indarto, Pemkab Banjarnegara dihadapkan pada tantangan mencari pengganti Sekda yang mampu melanjutkan kiprah positifnya. Posisi strategis ini sangat penting, mengingat Sekda berperan sebagai motor penggerak birokrasi daerah dan jembatan antara pimpinan dengan perangkat daerah.
Ke depan, masyarakat Banjarnegara berharap hadirnya sosok Sekda baru yang tidak hanya mampu menjaga kesinambungan birokrasi, tetapi juga membawa terobosan untuk menjawab tantangan zaman. Purna tugas Indarto menjadi akhir dari sebuah era, sekaligus awal dari babak baru perjalanan birokrasi Banjarnegara.
Post Views: 334