Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% hingga 2029, naik signifikan dari capaian saat ini yang masih berada di kisaran 5%. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,11%.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah program unggulan yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat.
MBG: Mesin Lapangan Kerja Baru
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pilar utama. Program ini akan dijalankan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu dapur MBG, dengan masing-masing unit mempekerjakan sekitar 50 orang. Artinya, program ini berpotensi menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja langsung.
Tak hanya itu, setiap dapur juga akan melibatkan 5–10 vendor pemasok seperti telur, daging, dan bahan pangan lainnya. Jika setiap vendor mempekerjakan rata-rata 5 orang, maka akan tercipta tambahan hingga 1,5 juta lapangan kerja tidak langsung.
Koperasi Desa Merah Putih
Program berikutnya adalah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang ditargetkan mencapai 80 ribu unit koperasi di seluruh Indonesia.
Setiap koperasi diproyeksikan menyerap sekitar 18 tenaga kerja, sehingga total potensi lapangan kerja mencapai 1,4 juta orang.
Selain itu, koperasi ini diharapkan mampu:
- Memperpendek rantai distribusi barang ke desa
- Meningkatkan penjualan hasil pertanian dan produk lokal
- Menggerakkan ekonomi desa secara langsung
Di sektor kelautan, pemerintah juga mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan target 1.100 lokasi pada 2026. Dari uji coba sebelumnya, program ini mampu meningkatkan pendapatan nelayan hingga 60–80%.
Program 3 Juta Rumah
Program pembangunan 3 juta rumah menjadi motor besar lainnya dalam mendorong ekonomi.
Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan 5 tenaga kerja, sehingga untuk pembangunan awal 1 juta rumah, potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 5 juta orang.
Selain itu, sektor perumahan juga menciptakan efek berantai besar, dengan melibatkan hingga 72 subsektor industri, mulai dari bahan bangunan, listrik, hingga utilitas.
Renovasi Sekolah dan Digitalisasi
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dalam lima tahun guna meningkatkan kualitas sarana belajar.
Selain itu, dilakukan juga digitalisasi pendidikan melalui distribusi ratusan ribu interactive flat panel di sekolah-sekolah untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif.
Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Optimisme Ekonomi 8%
Prabowo menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang sebagai “booster” ekonomi nasional dalam jangka menengah hingga panjang.
Ia optimistis, dengan kombinasi penciptaan lapangan kerja besar-besaran dan peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai rata-rata 8% dalam 10 tahun ke depan.
“Ini lompatan besar untuk memperbaiki human capital dan ekonomi. Saya minta waktu, akan saya buktikan sampai 2029,” ujar Prabowo.

