Kebumen — Keluarga besar Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Kebumen menggelar acara halalbihalal dan kajian bisnis di Pendopo Kabumian, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Acara dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Susilo, Ketua IIBF Jawa Tengah dan DIY Awam Prihadi, serta Ketua IIBF Kebumen Aditya Wahyu Indra Cahya. Ratusan anggota IIBF dari berbagai daerah juga turut hadir.
Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
Dalam sambutannya, Susilo yang mewakili Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi terhadap peran IIBF dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Menurutnya, IIBF memiliki kontribusi strategis dalam:
- Mengembangkan usaha lokal
- Mendorong pelaku UMKM naik kelas
- Menciptakan produk berdaya saing
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif serta membuka peluang kemitraan bagi pelaku usaha.
Kajian Bisnis: 3 Pilar Utama Pengusaha Sukses
Pada sesi kajian bisnis, Awam Prihadi menegaskan bahwa kesuksesan dalam bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi oleh tiga pilar utama:
- Niat yang benar
Fondasi spiritual menjadi dasar dalam menjalankan usaha agar tetap konsisten dan berorientasi jangka panjang. - Harmoni keluarga
Stabilitas keluarga dinilai penting sebagai penopang utama dalam menghadapi dinamika bisnis. - Pemahaman pasar
Pengusaha harus memahami nilai (value) produk serta target pasar secara tepat.
“Pebisnis harus tahu value produknya dan siapa target marketnya,” ujar Awam.
Belajar Jadi Kunci
Selain tiga pilar tersebut, Awam juga menekankan pentingnya proses belajar yang berkelanjutan dalam dunia bisnis.
Menurutnya, kemampuan berbisnis bukan bakat semata, melainkan keterampilan yang dapat diasah seiring waktu.
“Ilmu bisnis itu bisa dipelajari dan terus dikembangkan,” katanya.
Kegiatan IIBF Kebumen menegaskan bahwa kesuksesan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh fondasi mental, keluarga, dan pemahaman pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak pengusaha lokal yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

