CILACAP – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap terus menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan Juni 2026, proses pembangunan fisik telah mencapai 56 persen dan ditargetkan rampung pada akhir bulan ini agar dapat mulai beroperasi pada Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Cilacap menargetkan sekolah yang menjadi program nasional tersebut dapat menerima sedikitnya 270 siswa pada tahun pertama operasionalnya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Cilacap, Moch Ichlas Riyanto, mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Harapan kita, awal Juli sudah menerima siswa. Minimal 270 siswa di tahun ini,” ujar Ichlas kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut terdiri atas siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Minimal akhir Juni ini pembangunan sudah terselesaikan, karena awal Juli kita sudah menerima siswa,” katanya.
Prioritaskan Siswa dari Keluarga Tidak Mampu
Ichlas menjelaskan, calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari data yang telah dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos). Mereka merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran, Pemkab Cilacap saat ini masih melakukan proses penjangkauan dan verifikasi lapangan.
“Siswa yang terdata ini mereka dari desil 1 dan desil 2. Kita tinggal melakukan kegiatan yang namanya penjangkauan,” jelas Ichlas.
Ia menambahkan, proses penjangkauan dilakukan terhadap anak-anak usia sekolah, baik yang belum bersekolah maupun yang mengalami putus sekolah.
“Yang menjangkau nanti teman-teman pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing kecamatan,” ujarnya.
Minat Warga Tinggi
Program Sekolah Rakyat ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurut Ichlas, jumlah calon siswa yang berminat sudah mencapai ratusan orang, terutama untuk jenjang SMP dan SMA.
“Kalau minggu kemarin untuk SMP dan SMA yang berminat sudah hampir mencapai 300 orang, tapi kita verifikasi lagi agar tepat sasaran,” katanya.
Tingginya minat masyarakat membuat pemerintah harus melakukan proses penyaringan lebih ketat, terutama karena kuota penerimaan tahun pertama masih terbatas.
“Saat ini kita masih melakukan skrining lagi, terutama untuk SMP dan SMA karena jumlah pendaftar sudah melebihi kuota. Tahun ini hanya menerima 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA,” jelasnya.
Sementara itu, kuota untuk jenjang SD juga telah dipersiapkan sehingga total siswa yang akan diterima pada tahun pertama diproyeksikan mencapai 270 orang.
Fasilitas Lengkap dan Gratis
Selain mengejar penyelesaian pembangunan fisik, Pemkab Cilacap juga mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses belajar mengajar.
Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama siswa, ruang guru, dapur umum, hingga sarana pendukung lainnya.
Sekolah Rakyat Cilacap sendiri dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare yang berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang.
Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis serta memiliki lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan sekolah ke depan.
Ichlas menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung oleh negara sehingga siswa tidak dibebani biaya apa pun.
“Sekolah ini murni dibiayai oleh negara, tidak ada tarikan sepeser pun. Semua kebutuhan ditanggung negara,” tegasnya.
Ia berharap, program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Harapannya tahun ini pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran nantinya bisa berjalan dengan baik,” pungkas Ichlas.

