Banyumas Raya

JAKARTA, – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Johnny G Plate, mengatakan, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tidak perlu membuat masyarakat kebingungan dengan menuduh Pemilu 2019 berjalan tak adil dan banyak kecurangan.
Ia meminta, BPN menunggu diumumkannya hasil final Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Udah tenang lah, kan kalian menunggu sampai KPU berkerja dan melihat hasilnya nanti, ngga perlu panik sehingga mengakibatkan kebingungan di masyarakat,” kata Johnny ketika dihubungi , Selasa (23/4/2019).
Baca juga: Jimly Minta Prabowo Tak Ikuti Saran Amien Rais soal People Power
Hal itu disampaikan Johnny menanggapi pernyataan Direktur Media dan Komunikasi BPN Hashim Djojohadikusumo yg menilai Pemilu 2019 jauh dari nilai jujur dan adil.
Johnny mengatakan, tuduhan Hashim mengenai adanya kecurangan Pemilu yg disebabkan persoalan daftar pemilih tetap (DPT) telah tidak jarang diulang-ulang oleh pihak BPN.
“Kalau itu dikatakan kita justru bertanya motif apa berulang-ulang kali mengangkat isu DPT bermasalah walaupun telah dijelaskan KPU,” ujarnya.
Baca juga: Hasil Situng KPU Data 19,18 Persen: Jokowi-Maruf 55 Persen, Prabowo-Sandi 45 Persen
Johnny menambahkan, Hashim tidak perlu curiga dengan lembaga survei karena lembaga tersebut sudah menjelaskan bahwa hitung cepat dikerjakan secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan.
Menurut dia, Hashim harus mempertanggungjawabkan pernyataannya tersebut.
Ia juga menyinggung sikap koalisi pendukung Prabowo yg menerima quick count saat hasilnya memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ketika Pilkada DKI 2019.
“Justru kalian bertanya pada ketika survei hasil kemenangan kepada pihak sebelah seperti di pilkada DKI dengan semangat menerima hasil survei. Pada ketika hasil survei yg sama dengan pola yg sama di Pilpres menyampaikan pak Jokowi unggul kok ditolak,” pungkasnya.
Baca juga: Masih Suasana Kompetisi, Pengamat Nilai Wajar seandainya Prabowo Belum Mau Bertemu Jokowi
Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 dilaksanakan jauh dari nilai jujur, adil dan transparan.
“Kami menilai Pemilu sekarang tak jujur, tak transparan, dan tak adil,” ujar Hashim ketika menggelar jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).
Hashim mencontohkan salah sesuatu bentuk dugaan kecurangan yakni soal 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yg telah berkali-kali dilaporkan ke kantor KPU.
Tak cuma itu, lanjut Hashim, kecurangan yg terjadi secara masif juga mampu kelihatan secara jelas pada ketika perhitungan cepat suara yg dikerjakan oleh lembaga survei.
Hasil quick count segala lembaga yg terdaftar di KPU memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Kami khawatir dan kita mencurigai, kita cemas bahwa angka selisih yang quick count-quick count itu diambil dari 17,5 juta nama itu,” ucap politisi dari Partai Gerindra itu.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

