Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

JAKARTA, – Elite politik dinilai tak banyak berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih melek menerima keterangan yg benar.
Padahal, edukasi yaitu hal utama agar masyarakat tak termakan berita bohong, hoaks, dan ujaran kebencian.
“Mereka (elite politik) justru mengeksploitasi sentimen yg membuat orang lebih gampang termakan hoaks,” ujar Direktur NU Online Savic Ali, usai diskusi di Jakarta, Rabu (14/3/2018).
Menurut Savic, elite politik justru kerap jadi bagian dari kemunculan dan berkembangnya konten hoaks yg kerap memuat isu sensitif, terutama isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Perkembangan hoaks dan ujaran kebencian dianggap terjadi akibat sentimen-sentimen tertentu. Elite politik dinilai milik modal bagi mengalkulasi berbagai sentimen tersebut, dan ini juga terjadi di berbagai negara.
“Kalau dia milik sentimen negatif, politisi berjasa besar dalam konteks menciptakan yg namanya common enemy, dalam konteks sentimen membangkitkan kebencian,” kata Savic.
(Baca juga: Polri Belum Temukan Afiliasi Penyebar Hoaks dengan Organisasi Politik)
milindri Ilustrasi hoaks atau berita palsuMelihat keadaan tersebut, publik dinilai tak perlu berharap banyak kepada elite politik buat ikut memerangi hoaks dan ujaran kebencian yg berkembang di media sosial.
Di tempat yg sama, pengamat politik J Kristiadi menilai, tidak gampang bagi mengidentifikasi keterlibatan partai politik dalam perkembangan hoaks dan ujaran kebencian.
Namun, J Kristiadi mengatakan, elite politik yg berkubang di dalam kekuasan dan ingin berkuasa perlu diwaspadai sebagai aktor berkembangnya hoaks dan ujaran kebencian bagi kepentingan politiknya.
Menurut Kristiadi, ada berbagai cara buat meredam hoaks. Salah satunya yakni memaksimalkan kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
“Konkretnya, kalau ada suatu hoaks harus dapat diredam real time. Klarifikasi, begini salah. Ini sangat menguntungkan sekali. Saya kira negara dapat mestinya begitu. Sementara bagi jangka panjang, melakukan kesadaran melek digital itu perlu sekali,” kata dia.
“Itu bukan hal sepele karena sekarang penegak hukum sadar betul. Ulama dan tokoh besar telah berbicara seperti itu. Polisi dan tentara kompak,” ujar Kristiadi.
(Baca juga: Polri Minta Penangkapan Kelompok Penyebar Hoaks Tak Dijadikan Polemik)
Partisan politik
Dalam sesuatu tahun terakhir, menurut Savic Ali, ungkapan ujaran kebencian berbasis agama di media sosial bukan tiba dari akun-akun yg teridentifikasi kelompok radikal atau orang fundamentalis.
Namun, sekitar 80 persen ujaran kebencian terindentifikasi tiba dari partisan poliitik. Hal tersebut yaitu penelusuran yg dikerjakan NU dengan melibatkan ribuan kata kunci, ribuan post atau status di ribuan akun Twitter dan Facebook
“Tetapi teridentifikasi berasal dari orang yg partisan politik,” ujar Savic Ali pada 21 Februari silam.
(Baca juga: Pemerintah Upayakan Teknologi Canggih bagi Tangani Penyebaran Hoaks)
Ia menuturkan, temuan penelusuran NU itu berbeda dengan tiga tahun lalu. Sebab, ketika itu ujaran kebencian terindikasi berasal dari orang-orang yg intoleran.
Akibatnya, polarisasi di masyarakat kian meruncing dan membuat eskalasi kebencian terhadap kelompok masyarakat tertentu semakin kian besar. Semua dikerjakan buat kepentingan politik tertentu.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan...
JAKARTA – Pemerintah mengungkap penyebab meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes)...