Banyumas Raya

Apakah Anda termasuk yg jarang mengganti seprai kasur? Jika ya, bacalah artikel ini dan dijamin Anda mulai lebih rajin menggantinya.
- Kerap disepelekan, ingat bagi mengganti 3 benda rumahan ini
- Ada laba-laba ketika bersihkan rumah? Jangan dibunuh!
- Sst, ini 4 rahasia yg disembunyikan suami dari pasangannya
Dari berbagai penelitian, pakar kesehatan pun menyimpulkan seandainya waktu terbaik bagi mengganti sprei adalah sekali dalam seminggu, demikian dikutip dari situs dokter sehat. Hanya saja, seandainya anda menganggapnya terlalu cepat, maka durasi beberapa pekan sekali masih dapat ditoleransi.
Nah, seandainya sampai berminggu-minggu seprai tidak kunjung Anda ganti, bersiaplah dengan berbagai gangguan kesehatan yg mulai menyerang Anda dan anggota keluarga.
Dilansir dari Cosmopolitan, Rabu (30/5/2018), dampak tidak rutin mengganti seprai mungkin mulai cukup serius mengancam kesehatan dan kecantikan Anda.
1. Jerawat
Tidur dengan makeup adalah hal yg sangat tak disarankan. Namun, tahukah Anda seandainya melakukan ini berturut-turut, makeup mulai menempel pada seprai dan bisa mengakibatkan dampak buruk pada wajah Anda. Tanda-tanda penuaan, inflamasi, dan infeksi bisa terjadi pada kulit Anda.
2. Iritasi kulit dan ruam
Selain memicu bakteri, seprai kotor juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Sebab, sisa-sisa produk yg Anda kenakan mulai menempel di seprai dan memicu gejala-gejala ini. Risiko ini mulai semakin besar bila Anda memiliki bakat alergi.
3. Infeksi jamur atau bakteri
Seprai yg kotor adalah surga untuk jamur dan bakteri buat bertumbuh. Sehingga bukannya tak mungkin Anda yg tidur di atasnya mengalami infeksi ini. Infeksi dapat terjadi di kulit, bahkan dapat juga menyebabkan infeksi tubuh bagian dalam.
4. Kutu busuk
Pernahkah Anda merasa gatal-gatal ketika tidur di kasur yg lama tidak diganti seprainya? Ini kemungkinan besar adalah ulah kutu busuk yg tak kelihatan dengan mata telanjang. Mereka mampu berkembang biak dengan cepat di seprai kasur yg kotor.
5. Alergi
Ini mungkin tak lagi mengagetkan, terutama seandainya Anda memang memiliki bakat alergi. Bakteri dan jamur tentu tidak mengurangi buruk reaksinya pada tubuh Anda.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

