Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

New Delhi – Perhatian untuk para orangtua. Ada baiknya, menolong anak remaja Anda lebih sadar soal pentingnya kesehatan. Mengapa?
Mengutip dari zeenews, Kamis (1/03/2018), menurut sebuah penelitian, menjaga kebiasaan bagi tak menjalankan gaya hidup yg tak sehat pada remaja bisa mengurangi risiko obesitas di kemudian hari. Hal ini lebih dari sekedar mengurangi kebiasaan makan.
Para periset menjelaskan, tak cuma junk food namun kombinasi perilaku tak sehat seperti gaya hidup remaja meningkatkan risiko kelebihan berat badan di masa dewasa. Studi tersebut menemukan bahwa asupan kalori di kalangan remaja belum berubah, namun kebiasaan seperti berolahraga, merokok, penggunaan narkoba dan konsumsi alkohol meningkat seiring berjalannya waktu.
Karena itu, utama bagi menargetkan perilaku berisiko ini bersama-sama, dan lebih awal, sebelum menjadi kebiasaan.
“Remaja dengan obesitas kadang mempertahankan status berat badan mereka sampai dewasa, meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, diabetes, dan tekanan darah tinggi,” kata Rachel Laxer, mahasiswa doktoral di University of Waterloo di Ontario, Kanada.
“Praktisi kesehatan masyarakat harus menargetkan kelompok perilaku berisiko dengan memakai pendekatan komprehensif dan multi-cabang,” tambah Laxer.
Untuk penelitian yg dipublikasikan di Plos One, tim peneliti memasukkan siswa sekolah berusia antara 13 sampai 17 tahun, di kelas sembilan dan sepuluh tahun. Berdasarkan perilaku mereka yg dilaporkan, remaja tersebut tergolong atlet sekolah menengah atas, pengguna zat aktif cukup, atau sadar kesehatan.
Hasilnya mencatat bahwa meski kelompok tersebut mengalami peningkatan yg serupa dengan status berat badan mereka selama bertahun-tahun setelah diikuti, siswa di kelompok yg sadar kesehatan memiliki bobot tubuh paling sehat pada awal penelitian.
“Intervensi dan modifikasi perilaku tak sehat sebelumnya mungkin memiliki dampak yg lebih besar daripada selama masa remaja. Strategi promosi kesehatan yg menargetkan anak muda dengan tingkat risiko lebih tinggi ketika memasuki sekolah menengah pertama mungkin adalah cara terbaik buat mencegah atau menunda timbulnya obesitas dan mungkin memiliki hasil kesehatan masyarakat yg lebih baik selama jangka panjang, “kata Laxer.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait perkara pengadaan...
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan penjelasan terkait penahanan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa yang dilakukan...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...