Jakarta — Pemerintah memastikan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih siap beroperasi pada April 2026. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa pembangunan fisik koperasi saat ini hampir rampung dan ditargetkan selesai paling lambat April mendatang.
“Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta.
Infrastruktur dan Sistem Disiapkan
Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan:
- Struktur pengurus dan pengawas
- Sistem manajemen operasional
- Mekanisme pengelolaan koperasi
Langkah ini dilakukan agar koperasi dapat langsung beroperasi secara optimal setelah resmi dibuka.
Target Capai 80 Ribu Koperasi
Ferry menegaskan bahwa 27 ribu unit ini merupakan tahap awal dari program nasional. Pemerintah menargetkan jumlah koperasi mencapai 80 ribu unit hingga akhir 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini pertama kali diluncurkan pada Juli 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi berbasis desa.
Anggaran Rp3 Miliar per Koperasi
Setiap unit koperasi mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar, dengan rincian:
- Rp2,5 miliar untuk pembangunan fisik
- Rp500 juta untuk operasional awal
Sumber pendanaan berasal dari:
- APBN
- APBD
- Dana Desa
- Dukungan BUMN
Fasilitas Lengkap untuk Desa
Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi desa dengan berbagai fasilitas, antara lain:
- Kantor koperasi
- Gerai sembako
- Unit simpan pinjam
- Klinik dan apotek desa
- Gudang pendingin (cold storage)
- Sarana logistik
Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi, menekan harga kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dorong Pemerataan Ekonomi
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota. Dengan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi, diharapkan:
- Akses ekonomi masyarakat desa meningkat
- UMKM lokal berkembang
- Distribusi barang lebih efisien
Kesiapan 27 ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah awal dalam transformasi ekonomi desa secara besar-besaran. Dengan target hingga 80 ribu unit, program ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat berbasis desa di Indonesia.

