Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

Konsumsi gula berlebih menjadi salah sesuatu gaya hidup orang zaman sekarang yg mendatangkan berbagai penyakit serius. Salah satunya adalah diabetes.
Sebagian orang yg memiliki kadar gula darah berlebih beralih memakai pemanis buatan non-kalori yg luas diiklankan sebagai pemanis mencegah diabetes.
Ternyata, konsumsi pemanis buatan itu bukanlah solusi yg tepat.
Dilansir dari Tech Times, Selasa (24/4/2018), sebuah studi memamerkan pemanis buatan pengganti gula, seperti aspartam dan asesulfam bisa menimbulkan persoalan kesehatan terkait konsumsi gula berlebih, serta makanan dan minuman manis.
Salah seorang peneliti dari Medical College of Wisconsin dan Marquette University, Brian Hoffmann mengungkapkan setelah dirinya bersama rekan peneliti memberi makan pemanis buatan pada tikus selama tiga minggu, sampel darah hewan tersebut memperlihatkan perubahan konsentrasi lemak, asam amino, dan biokimia yg signifikan.
Jika dikonsumsi terus-menerus, pemanis ini justru mampu menimbun lemak di tubuh, yg kemudian menyebabkan diabetes dan obesitas. Kadar gula dalam tubuh berfungsi sebagai sumber energi buat membakar lemak menjadi otot.
Namun demikian, saat masuk ke tubuh, pemanis buatan tak bisa menjalani fungsi yg sama dengan gula. Artinya, saat mengonsumsi pemanis ini, tubuh tak mendapatkan energi bagi membakar lemak tersebut. Akibatnya, tubuh menjadi kelebihan lemak, yg menyebabkan obesitas.
Hubungan diabetes dan obesitas
Penelitian yg dikerjakan oleh Hoffmann dan rekannya memperlihatkan pemanis buatan non-kalori mengubah cara tubuh mendapatkan energi dan memproses lemak. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan pemanis rendah kalori yg justru meningkatkan masalah diabetes dan obesitas.
“Dalam studi kami, gula dan pemanis buatan sama-sama memiliki efek negatif terkait diabetes dan obesitas. Namun, keduanya memiliki mekanisme yg berbeda sesuatu dengan yg lain,” ujar Hoffmann, mengutip dari Tech Times.

Ilustrasi gula pasir Shutterstock
Temuan tersebut mengungkapkan asesulfam pada pemanis buatan non-kalori terakumulasi dalam darah. Konsentrasi senyawa yg lebih tinggi mampu menimbulkan efek berbahaya pada sel-sel yg melapisi pembuluh darah.
Hoffmann menegaskan, konsumsi pemanis buatan terlalu banyak bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, yg kemudian berkembang menjadi diabetes dan obesitas.
Reporter:Aretyo Jevon Perdana
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com
KUALA LUMPUR – Google mengumumkan rencana investasi senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp271 triliun di Malaysia selama periode 2027–2028. Investasi besar...
JAKARTA – Dunia internet sempat menghadapi gangguan besar pada 22 Oktober 2026. Sejumlah situs pemerintah dan layanan digital di berbagai negara dilaporkan tidak...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara memasuki babak baru. Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo...
CILACAP – Hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah, sejak Jumat malam (30/10/2026) hingga Sabtu pagi (31/10/2026), memicu banjir...
Tokyo - Cuaca ekstrem hebat tengah melanda wilayah Jepang bagian selatan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa Topan Champi (Topan No. 30) telah...
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan dana siap...
CILACAP — Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengurangan risiko bencana, khususnya terhadap ancaman...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sebaran material vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Selain abu...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi...
China Buka Rumah Sakit dengan 14 Dokter AI Pertama di Dunia China...
Jakarta - Heboh temuan Thailand terkait kemungkinan residu kimia berbahaya yang berisiko...
Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi buka suara...