Banyumas Raya

JAKARTA, – Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid menyebut, pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat tak mulai menahan laju hoaks yg beredar.
Pemblokiran, kata Anita, cuma mulai menunda persebaran hoaks, terutama terkait Papua dan Papua Barat.
“Tidak efektif juga adalah pemblokiran ini,” kata Anita kepada , Minggu (25/8/2019).
“Sebenarnya (pemblokiran) ini tak menahan laju peredaran hoaks, tetapi cuma menunda. Nanti begitu internetnya dibuka kembali, mulai banjir hoaks,” ujar Anita Wahid.
Baca juga: Cara Kemenkominfo Membatasi Akses Internet di Papua Dinilai Keliru
Anita menyebut, seandainya telah terjadj banjir hoaks, justru mulai timbul persoalan baru berupa konflik susulan.
Dengan banyaknya keterangan yg masuk pasca-pemblokiran, bukan tak mungkin mulai terjadi gesekan sosial. Apalagi, menjadi sangat sulit nantinya buat melakukan pengecekan fakta terhadap keterangan tersebut.
Belajar dari pembatasan internet pada kerusuhan 21-23 Mei 2019 lalu, pemblokiran mampu disebut tak efektif.
Sebab, pemblokiran tak cuma menyebabkan keterangan hoaks tertahan, tapi keterangan yg benar pun menjadi tak beredar.
“Jadi itu sebenarnya memperlihatkan bahwa pemblokiran internet memang tak efektif, malah justru membuat masyarakat menjadi tak memahami apa yg ada di sana,” ujar Anita.
“Semakin banyak asumsi-asumsi dan dugaan-dugaan yg tak terkonfirmasi malah dapat membuat masyarakat jadi gelisah dan tak tahu apa yg sedang terjadi di sana,” tuturnya.
Baca juga: ICJR: Pemblokiran Internet di Papua Tak Hormati Hak Publik Dapat Informasi
Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup akses internet secara penuh di wilayah Papua dan Papua Barat akan Rabu (21/8/2019).
Langkah ini diambil dengan alasan buat mempercepat proses pemulihan situasi keamanan di sana.
“Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menetapkan buat melakukan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi, akan Rabu (21/8) hingga suasana tanah Papua kembali kondusif dan normal,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, melalui informasi tertulisnya, Rabu.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

