Banyumas Raya

JAKARTA, — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, program sertifikasi tanah oleh pemerintahan sangat utama buat masyarakat. Hal itu sekaligus menjawab kritik dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Anggota Komisi II dari Fraksi PAN Mohammad Hatta menyebut program sertifikasi tanah sebagai jebakan maut. Alasannya, banyak masyarakat yg mendapatkan sertifikat tanah dari pemerintah justru terjerat rentenir.
“Sertifikat itu tanda hak punya utama apabila ingin berusaha dapat dijaminkan ke bank,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
(Baca juga: Bantah Amien Rais, Maruf Sebut Kebijakan Bagi-bagi Sertifikat Tanah Memudahkan Warga)
Selain mampu dimanfaatkan buat modal usaha, sertifikat tanah, tutur JK, juga milik arti penting, yakni adanya kepastian hukum terhadap tanah yg selama ini ditempati masyarakat.
Sementara itu, terkait dengan kritikan banyak masyarakat yg menerima sertifikat tanah terjerat rentenir, JK menyarankan agar masyarakat tak lagi melakukan itu.
“Jangan ke rentenir. Justru utama ke bank buat dapatkan KUR, bunganya hanya 7 persen. Jadi, jangan ke rentenir, tapi ke bank,” katanya.
Sebelumnya, Mohammad Hatta mengatakan, setelah mendapatkan sertifikat tanah, banyak masyarakat yg tingkat bisnisnya naik. Akibatnya, sertifikat tanah itu ikut digadaikan bagi mendapatkan dana segar, termasuk ke rentenir.
(Baca juga: Program Sertifikat Tanah Dinilai Dapat Menghindari Konflik Agraria)
Ia setuju dengan pendapat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yg menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah yaitu program ngibul atau bohong bagi menutupi janji reforma agraria.
Reforma agraria, menurutnya, sejatinya bukanlah soal pemberian sertifikasi tanpa lebih lalu dikerjakan penataan kepemilikan tanah.
Reforma agraria, kata Hatta, harus dimulai dari penataan kepemilikan tanah, termasuk menyelesaikan sengketa tanah, setelah clear, baru melakukan sertifikasi sebagai bagian akhir.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

