Banyumas Raya

JAKARTA, – Tim peneliti Universitas Gadjah Mada ( UGM) mengungkap penyebab meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS).
Berdasarkan kajian yg dikerjakan tim peneliti, tak ditemukan adanya racun yg menyebabkan meninggalnya KPPS. Namun demikian, hasil penelitian menunjukan bahwa KPPS meninggal disebabkan karena sejumlah penyakit.
“Data kita menunjukan bahwa segala yg meninggal itu disebabkan oleh penyebab natural. Semuanya disebabkan oleh problem kardiovaskuler, entah jantung, stroke atau gabungan dari jantung dan stroke,” kata Koordinator Peneliti UGM, Abdul Gaffar Karim di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).
Baca juga: Selain Hoaks KPPS Diracun, Rahmat Baequni Ditangkap karena Fitnah Densus 88
“Kami sama sekali tidak menemukan indikasi misalnya diracun atau sebab-sebab yang lain yg lebih ekstrim,” sambungnya.
Selain itu, berdasarkan hasil otopsi verbal yg dikerjakan tim peneliti, ditemukan bahwa rata-rata beban kerja petugas KPPS sangat tinggi. Tidak cuma selama hari pemungutan suara, tapi juga sebelum dan sesudahnya.
Tim peneliti juga menemukan adanya kendala terkait bimtek, logistik dan kesehatan masing-masing KPPS.
Baca juga: Minta Sidang Ditunda karena Lelah, Kuasa Hukum 02 Singgung Kematian Petugas KPPS
Sehingga, menurut Gaffar, mampu dikatakan bahwa dampak beban kerja yg terlalu tinggi dan riwayat penyakit yg diderita KPPS sebelumnya menjadi penyebab atau meningkatkan risiko terjadinya kematian dan sakitnya petugas KPPS.
Ditambah lagi dengan lemahnya manajemen risoko di lapangan yg menyebabkan sakitnya petugas KPPS tak tertangani dengan baik sehingga menyebabkan kematian.
“Jadi temuan kami, (KPPS) yg tak ada penyakit dan misalnya mampu menghandle tekanan-tekanan dengan baik, itu mereka tak mengalami peristiwa (kematian dan sakit),” ujarnya.
Baca juga: Tanggapi Saksi 02, Bawaslu Klaim Sudah Beri Sanksi KPPS di TPS 08 Boyolali
Untuk diketahui, penelitian ini dikerjakan oleh tim peneliti UGM lintas fakultas, merupakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), dan Fakultas Psikologi.
Penelitian dikerjakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari 11.781 TPS yg tersebar di segala DIY, tim peneliti melakukan penelitian di 400 TPS.
Adapun dari sekitar 400 petugas KPPS yg meninggal, 12 di antaranya berasal dari DIY.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

