Banyumas Raya

– Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, kerap mengumbar keterangan utama di akun personalnya. Misalnya saja saat Facebook mengakuisisi Instagram pada 2012 lalu.
Namun, ketika ini postingan itu tidak mampu lagi ditemukan. Bahkan, semua postingan Mark Zucberkerg sepanjang 2007 dan 2008 turut lenyap.
Padahal, dalam rentang 2006 hingga 2009, Mark Zuckerberg sangat aktif berbagi apa saja di akun Facebook-nya, terkait hal personal maupun profesional. Lantas, apa penyebab segala ini?
“Beberapa tahun lalu, dua postingan Mark tidak sengaja terhapus karena kesalahan teknis,” begitu dalih juru bicara Facebook.
“Upaya buat mengembalikan postingan-nya yg terhapus mulai sangat ruwet dan tidak menjamin berhasil. Jadi, tidak kita lakukan,” ia menambahkan.
Juru bicara Facebook sepakat bahwa pengguna seharusnya mampu mengakses pemberitahuan-pemberitahuan utama yg pernah diumumkan di akun Mark Zuckerberg terkait sang raksasa jejaring sosial.
Akan tetapi, ia mengingatkan kembali bahwa pemberitahuan-pemberitahuan utama tentang Facebook terus diumumkan pula via FB Newsroom. Jika hilang di akun Mark Zuckerberg, rekam jejak momen-momen Facebook masih dapat ditengok di situs resmi mereka.
“Selama bertahun-tahun kita membagi dan mengarsipkan berbagai keterangan terkait Facebook secara publik, pertama via blog dahulu belakangan di Newsroom,” ia menuturkan, sebagaimana dihimpun Tekno, Minggu (31/3/2019), dari BusinessInsider.
Pernyataan itu memang benar, tapi apa yg disampaikan Mark Zucberkerg di akun personalnya memuat pernyataan-pernyataan masa dulu yg seharusnya mampu ditagih pertanggungjawabannya hari ini.
Dengan hilangnya seluruh itu, maka pengguna Facebook tidak dapat menggugat Mark Zuckerberg atas ucapan dan janji manisnya. Misalnya saja terkait masalah akuisisi Instagram, di mana Zuckerberg pernah berucap di akunnya bahwa Instagram mulai dikembangkan secara independen.
Baca juga: Petinggi Facebook dan WhatsApp Mengundurkan Diri
Seiring berjalannya waktu, Instagram menjadi platform yg seakan mendewakan kepentingan iklan. Hal ini diduga menjadi penyebab beberapa pelopor Instagram hengkang dari perusahaan yg mereka rintis pada 2018 lalu.
Alasan “kesalahan teknis” dan “upaya bagi mengembalikan postingan Mark Zuckerberg terlalu ruwet” menjadi sangat simplistis, mengingat pentingnya rekam jejak pernyataan dari pemimpin raksasa teknologi yg mempengaruhi kehidupan banyak orang.
Bahkan, seandainya juru bicara Facebook menjadikan situs Newsroom sebagai tameng, platform itu pun tidak lengkap menyimpan arsip momen-momen utama Facebook.
Newsroom baru dibuat pada 2014, dan seandainya pengguna ingin mengakses tautan konten blog lama Facebook, dua juga tidak dapat diakses.
Baca juga: Tipu Facebook dan Google Rp 1,7 Triliun, Pria Ini Diancam Penjara 30 Tahun
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

