JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI) Danantara resmi memulai proyek hilirisasi peternakan ayam dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa fase pertama proyek telah diluncurkan pada awal Februari 2026. Proyek ini juga termasuk dalam enam proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi sekitar US$7 miliar yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Target Produksi dan Dampak Ekonomi
Melalui pengembangan ekosistem peternakan ayam terintegrasi, pemerintah menargetkan tambahan produksi hingga:
-
1,5 juta ton daging ayam per tahun
-
1 juta ton telur per tahun
Program ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun. Selain itu, pasokan protein dari proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat program MBG, sekaligus membantu menurunkan angka stunting dan kemiskinan.
Bangun Ekosistem Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa hilirisasi ini dirancang membangun ekosistem perunggasan nasional secara menyeluruh, meliputi:
-
Penguatan pembibitan (GPS, PS, hingga FS)
-
Pengembangan pakan berbasis bahan baku lokal
-
Peningkatan kesehatan hewan
-
Pembangunan rumah potong unggas (RPHU) dan cold chain
-
Pengolahan, distribusi, hingga pemasaran produk
Langkah ini juga bertujuan menciptakan pemerataan produksi antarwilayah, menjaga stabilitas harga, serta memastikan pasokan daging dan telur secara berkelanjutan.
Dukungan Pembiayaan dan Peran BUMN
Selain dana investasi Rp20 triliun dari Danantara, pemerintah menyiapkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.
Di sisi hilir, BUMN pangan ID Food akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat untuk menjaga keseimbangan pasar.
Lokasi Awal Pengembangan
Tahap awal proyek akan dilaksanakan di enam wilayah:
-
Malang (Jawa Timur)
-
Bone (Sulawesi Selatan)
-
Gorontalo Utara
-
Paser (Kalimantan Timur)
-
Sumbawa (NTB)
-
Lampung Selatan
Program ini merupakan bagian dari rencana pengembangan nasional di 30 titik di seluruh Indonesia.
Hilirisasi ayam ini diharapkan bukan sekadar proyek peternakan, tetapi strategi besar negara untuk membangun swasembada protein, meningkatkan kesejahteraan peternak, membuka jutaan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi pangan nasional secara berkelanjutan.

