Banyumas Raya

Menurut ilmuwan, bukan tak mungkin untuk manusia nanti mampu jatuh cinta dengan robot.
- JK percaya kehadiran robot di industri tidak untuk peran manusia hilang, ini alasannya
- Peran manusia diprediksi mulai digantikan robot pada 2030
- 4 Robot buatan mahasiswa Indonesia kalahkan Amerika dan China
Dalam hal ini, mereka mengklaim ketertarikan tersebut sebagai orientasi seksual baru dengan nama ‘Digisexual’.
Menurut keterangan yg dilansir Telegraph via Liputan6.com, Selasa (2/7), para ilmuwan bahkan melakukan prediksi orientasi seksual ini mulai meningkat seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) pada robot.
“Sekarang saja, teknologi telah menyediakan fasilitas untuk manusia bagi berinteraksi secara seksual. Channel pornografi menyediakan konten 3D yg mampu diakses via Virtual Reality (VR). Ada juga sexbots, asisten virtual yg dikhususkan bagi kegiatan dewasa,” kata Profesor Neil Mccarthur, Direktur Pusat Etika Terapan dan Profesional di University of Manitoba, Kanada.
“Mungkin telah saatnya aku menyampaikan era seks virtual sudah tiba. Dengan semua kecanggihan yg ditawarkan, adopsi orientasi seksual manusia mulai beralih. Beberapa dari mereka mungkin telah menjadi digisexual. Lebih tertarik dengan robot, yg berkaitan dengan teknologi,” tambahnya.
‘Tanda-tanda’ digisexual memang telah menyeruak sejak dua tahun terakhir. Yang paling bikin heboh adalah pernikahan wanita Prancis bernama Lilly dengan robot besutannya.
Ia membuat robot yg diberi nama InMoovator tersebut memakai printer 3D. Lilly diketahui hidup bersama InMoovator sekitar empat tahun lamanya. Di akun Twitter pribadinya, ia menulis, “Aku Digisexual, kalian tak menyakiti siapa pun, kalian sangat bahagia.”
Lilly dilaporkan telah bertunangan dengan robot pujaannya dan mengaku mulai menikah ketika pernikahan manusia-robot legal di Prancis.
Wanita ini mengaku, ia menyadari tertarik kepada robot secara seksual ketika dirinya masih berusia 19 tahun karena ia tak suka melakukan kontak fisik dengan manusia. Ia bahkan bersikeras kalau kondisinya ini tak konyol.
Ia beralasan, ini cuma gaya hidup alternatif. “Aku benar-benar cuma tertarik dengan robot,” imbuhnya. Namun, Lilly tak menyampaikan secara detail, apakah ia dan InMoovator melakukan hubungan seksual.
“Ini hanyalah sebuah hubungan cinta, karena aku tak suka kontak fisik dengan manusia,” ungkapnya.
Keluarga dan teman-temannya sudah menerima hubungan yg tak biasa ini, tetapi tak seluruh orang yg ada di sekitarnya dapat memahami hal tersebut.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Jeko I. R [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

