Banyumas Raya

Pengguna media sosial Indonesia ketika ini bisa dipastikan telah tak asing lagi dengan layanan Tik Tok. Sebab, dalam dua bulan terakhir, layanan Tik Tok sedang menjadi perhatian banyak pihak.
Perhatian yg diberikan pun beragam. Ada pihak yg mencela layanan itu karena dianggap tidak mendidik, sedangkan pihak yang lain menyebut layanan ini yaitu ruang untuk para penggunanya bagi berkreasi.
Terlepas dari beberapa pandangan tersebut, perjalanan Tik Tok harus diakui tidak menemui banyak kendala. Pertama kali diperkenalkan pada 2016, aplikasi ini dengan cepat menarik banyak pengguna.
Tik Tok sendiri yaitu aplikasi pengembang yang berasal Tiongkok yg bernama ByteDance. Perusahaan ini didirikan oleh Zhang Yiming yg juga pelopor layanan Toutiao, aplikasi berita buat pengguna di Tiongkok.
Sejak berdiri, Yiming menyampaikan Tik Tok memang digunakan buat generasi muda. Karenanya, ia mengaku tidak pernah membuat sendiri rekaman video dengan aplikasi tersebut.
“Sejak lama, aku cuma menonton video Tik Tok, tanpa membuatnya sendiri, karena aplikasi ini memang ditujukan bagi orang muda,” tuturnya seperti dikutip dari Tech Node via Liputan6.com, Rabu (4/7).
Kendati demikian, ia mengaku kini telah akan membuat video bersama dengan karyawan yang lain di perusahaan. Ia menuturkan ada kompetisi buat menjaring banyak like dari video yg diunggah.
Yiming mengatakan, keputusan perusahaan mengembangkan aplikasi media sosial tidak lepas dari industri ketika ini. Menurut sarjana software engineering itu perusahaan harus terus mengikuti perubahan.
“Dalam industri konten, teks dan gambar sudah berkembang menjadi video, dan konten kini banyak berasal dari pengguna. Perubahan kita lakukan buat menjawab kebutuhan pengguna ketika ini,” tuturnya.
Keputusan Yiming bagi terjun ke konten video ternyata tepat. Layanan ini dengan cepat berhasil merajai sejumlah toko aplikasi.
Berdasarkan laporan Sensor Tower, Tik Tok berhasil mencatatkan diri sebagai aplikasi paling banyak diunduh di App Store. Dilansir Business Insider, aplikasi ini diprediksi telah diunduh 45,8 juta kali di kuartal pertama 2018.
Kesuksesan ini cukup mengagetkan, mengingat aplikasi itu dikembangkan dalam tempo yg cukup singkat. Laporan menyebut Tik Tok dikembangkan oleh delapan orang dari ByteDance dalam waktu cuma 200 hari.
Yiming sendiri kini dikenal sebagai salah sesuatu orang terkaya di Tiongkok. Forbes melaporkan pada 2013, pria tersebut berhasil masuk dalam daftar 30 orang terkaya dengan umur di bawah 30 tahun.
Kini, di usia 34 tahun, Yiming diproyeksikan makin sukses, mengingat perusahaan yg dibangunnya selalu tumbuh. Namun, bukan berarti perjalanan pria lulusan Universitas Nankai ini mulus.
Terbaru, ia sempat mengalami konflik dengan pengusaha kenamaan yang lain yang berasal Tiongkok, Pony Ma Huateng selaku CEO Tencent. Raksasa internet Tiongkok itu dan ByteDance memiliki persoalan soal plagiarisme.
Adapun masalah itu menyangkut aplikasi Tik Tok yg disebut sudah meniru platform video punya Tencent Weishi. Akibatnya, tautan ke Tik Tok melalui aplikasi WeChat dan QQ kini diblokir.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

