PURBALINGGA – Warga di empat kecamatan di Kabupaten Purbalingga terbangun dengan kabar tak mengenakkan pada Rabu (22/10/2025) pagi. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak sore sebelumnya ternyata telah memicu amukan alam, meruntuhkan sejumlah tebing, merusak rumah, dan membuat akses vital warga terputus total.
Bencana tanah longsor dilaporkan menerjang Desa Kaliori dan Maribaya di Kecamatan Karanganyar, Desa Arenan di Kecamatan Kaligondang, serta Desa Tangkisan di Kecamatan Mrebet. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga yang menerima laporan beruntun langsung bergerak cepat menyebar tim ke berbagai titik.
“Petugas bersama relawan sudah langsung kami turunkan untuk asesmen dan pembersihan material longsor,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Prayitno, pada Rabu malam.
Jalur Ekonomi Tertimbun
Salah satu dampak terparah terjadi di Desa Kaliori. Sebuah tebing setinggi 12 meter runtuh, menumpahkan material tanah setebal 2 hingga 3 meter yang menimbun total akses jalan desa sepanjang 50 meter. Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga yang menghubungkan antar dusun.
“Jalan tersebut merupakan jalur ekonomi warga, sehingga sudah langsung kami prioritaskan. Kami menurunkan alat berat untuk mempercepat pembersihan. Saat ini jalan sudah 100 persen bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat,” jelas Prayitno.
Di lokasi lain, nasib nahas menimpa Khoerun (39), warga Desa Maribaya. Dinding kalsibot rumahnya jebol diterjang longsoran tebing setinggi 5 meter. “Di Maribaya juga sudah kami lakukan assesmen dan kami salurkan bantuan logistik berupa sembako dan matras. Penghuni rumah kami imbau agar mengungsi sementara jika hujan deras turun kembali,” ujarnya.
Sementara di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, longsor terjadi di empat titik berbeda, mengancam tiga rumah warga dan membuat sebagian ruas jalan amblas. BPBD pun segera menyalurkan ratusan karung untuk penanganan darurat.
Prayitno memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan bencana ini, meski kerugian materiel masih dalam proses penghitungan. Ia pun tak henti-hentinya mengingatkan warga untuk tetap siaga.
“Kami imbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Mengingat cuah hujan juga masih cukup tinggi di Purbalingga,” tutupnya.

