Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar GOR Satria Purwokerto terus menjadi sorotan warga dan pengunjung.
Banyak yang mengeluhkan bahwa PKL di kawasan ini mengganggu kenyamanan dan menambah sempit jalanan.
Kritik ini bahkan mencuat di media sosial, dengan seorang pengguna Instagram, @denny_ariyono, menuliskan keluhan yang cukup keras kepada Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
“CATATAN KERAS UNTUK BAPAK BUPATI @sadewo.id pedagang PKL tolong ditertibkan pak di depan GOR Satria. Itu sudah meresahkan. Jalanan jadi sempit, kumuh, kotor semrawut,” tulisnya.
Merespons keluhan masyarakat ini, Bupati Sadewo Tri Lastiono telah menyusun rencana untuk menata ulang PKL di area tersebut.
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan aman bagi para pengunjung GOR Satria.
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sebabkan Enam Bencana di Banyumas
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah memanfaatkan gedung Kwarcab Pramuka yang berlokasi di sebelah timur GOR Satria sebagai kantong PKL.
“Memang ada rencana, gedung pramuka digeser akan di pull di situ baru rencana,” jelas Bupati Sadewo.
Lebih lanjut, Bupati Sadewo menjelaskan bahwa PKL di GOR Satria terdiri dari pedagang yang menetap dan tidak menetap, seperti halnya pasar
Minggon yang sudah menjadi ikon dan perputaran ekonomi bagi UMKM setempat.
“Kalau Minggon sudah menjadi ikon, sudah menjadi perputaran ekonomi untuk UMKM,” paparnya.
Untuk para pedagang yang menetap, Sadewo telah melakukan diskusi dengan dinas terkait guna menyusun penataan kawasan agar lebih rapi sehingga jalanan tidak lagi sempit.
“Saya baru diskusi dengan Dinperindag dan dinas terkait, saya ingin masukkan ke kwarcab,” ujar Sadewo.
Baca Juga: Kemenag Banyumas Pastikan Rekam Bio Visa Haji 2026 Tetap Lancar di Tengah Transisi
Proses pembangunan gedung baru Kwarcab di area Jalan Bung Karno telah dimulai. Dengan demikian, gedung lama Kwarcab direncanakan akan difungsikan sebagai kantong PKL yang lebih teratur.
Kawasan GOR Satria sendiri telah dikenal sebagai salah satu ikon kuliner di Purwokerto, sehingga penataan ini juga diharapkan dapat menunjang daya tarik kawasan tersebut.
GOR Satria memang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Purwokerto dan sekitarnya. Tidak hanya sebagai pusat olahraga maupun kegiatan komunitas lokal tetapi juga sebagai sentra kuliner.
Namun demikian keberadaan PKL yang kurang terkoordinasi seringkali membuat kawasan ini tampak semrawut terutama pada jam-jam sibuk.
Penataan ulang ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki estetika kawasan tetapi juga meningkatkan kenyamanan para pengguna jalan serta memastikan bahwa aktivitas ekonomi dapat berlangsung lebih lancar tanpa mengganggu ketertiban umum.
Baca Juga: Stand Up Comedy & Podcast Show Mahalucu Hadir di Purwokerto, 1 November 2025
Dengan adanya kantong-kantong PKL yang tertata baik hal ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dari masalah kemacetan dan ketidaknyamanan yang dikeluhkan banyak orang selama ini.
Kritik masyarakat melalui media sosial memang kerap kali menjadi pemicu cepat pemerintah daerah dalam menanggapi permasalahan publik secara efektif.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya media sosial dalam memberikan suara kepada masyarakat sekaligus sebagai alat kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah setempat.
Sebagai salah satu ikon kuliner Purwokerto tentu saja penting bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi lokal dengan lingkungan yang tertib dan nyaman. (res/dda)


