Banyumas Raya

Gothenburg – Volvo menggelontorkan dana investasi jutaan euro kepada startup Varjo Technologies, demi menciptakan teknologi virtual reality (VR) berupa layar dan kamera yg mulai dipakai insinyur dalam menguji respons mobil otonom dalam menghindari bahaya, misalnya rusa atau pejalan kaki yg melintas.
Varjo, yg didirikan oleh para mantan petinggi Nokia dan Microsoft Corp, sudah mengembangkan augmented reality (AR) dengan resolusi gambar yg jauh lebih tinggi daripada produk yg diproduksi pesaingnya.
Didukung pelopor Skype, Niklas Zennstrom’s Atomico dan EQT Ventura, perusahaan rintisan itu bisa mengembangkan dan menggabungkan video resolusi tinggi dari dunia nyata kemudian objek itu dipadukan secara digital bagi menjadi alat simulasi.
“Kami bisa simulasikan pejalan kaki atau hewan yg berjalan di depan mobil, dan Anda bisa memakai sensor di headset untuk melacak pergerakan mata orang yg memakai perangkat,” kata Zaki Fasihuddin, pimpinan Volvo Cars Tech Fund, seperti dilansir Bloomberg.
“Jenis teknologi itu bisa menolong kita belajar lebih banyak tentang bagaimana cara membuat produk yg lebih aman dan lebih ramah kepada pengguna,” imbuh dia.
Pabrikan otomotif Swedia itu memiliki citra yg baik di bidang keselamatan berkendara, karena dalam dua dekade sudah melahirkan terobosan yg berguna antara yang lain sabuk pengaman tiga titik dan perlindungan benturan samping.
Volvo menolak bagi menyebutkan nilai investasinya kepada Varjo. Namun, startup itu diketahui sudah mengumpulkan US$50 juta bagi mengembangkan teknologi tersebut.
Selain Volvo, Varjo juga sudah menyepakati kerja sama dengan perusahaan mobil Jerman seperti Audi dan BMW.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

