Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

JAKARTA, – Dalam wacana pajak emisi yg diutarakan pemerintah terungkap bahwa kendaraan segmen mobil murah alias Low Cost Green Car ( LCGC) atau Kendaraan Bermotor Hemat Enargi dan Hemat Bahan Bakar ( KBH2) mulai terkena dampak. Peraturan tersebut mulai mengenakan pajak sebesar 3 persen kepada segmen yg menyasar konsumen entry level tersebut.
Namun Toyota sebagai pihak yg menjual mobil di segmen ini mengungkapkan, kenaikan yg terjadi tak masalah. Padahal dengan pengenaan pajak tersebut, harga produk di segmen ini bisa terdongkrak naik.
Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan, mengenai pajak telah pasti tak mulai dibebankan pada konsumen secara keseluruhan. Di yang lain sisi, pasar LCGC ketika ini memang telah masuk ke fase penurunan.
“Tanpa ada aturan ( PPnBM) juga telah turun. Ada aturan pasti turun lagi. Kenapa? Ada beberapa faktor yg mempengaruhi,” ucap Soerjo ketika ditemui Rabu (13/3/2019) lalu.
Pertama, pasar low MPV semakin berkembang luar biasa. Soerjo mengungkapkan, konsumen yg tadinya melirik LCGC terimingi bagi melakukan peningkatan.
Baca juga: Toyota Tak Masalah Bila LCGC Kena Tambahan Pajak
“Jangan lupa sekarang kemudahan pembiayaan. Orang tambah angsuran Rp 500.000 tiap bulan telah bisa model yg lebih baru, kesannya tak murahan. Ada sisi emosionalnya,” ucap Soerjo.
Alasan kedua, pasar sepeda motor berkembang pesat. Pasar roda beberapa secara tak segera membuat pilihan konsumen mobil LCGC bertambah terutama melihat kenaikan model-model motor premium yg ditawarkan produsen roda dua.
“Pilihannya beragam, pertama dari Kawasaki lalu kan, dahulu Honda dan lainnya. Selain itu ada motor listrik. Antara motor dan mobil lebih gampang motor buat berkembang. Jadi skemanya seperti itu,” ucap Soerjo.
Soerjo juga mengingatkan ketika ini konsumen telah memiliki kemudahan pilihan transportasi publik. Ada kereta, LRT dan MRT serta tak memungkiri hadirnya transportasi online juga mengubah potensi konsumen di segmen LCGC.
“Dulu LCGC kan yg dicari harga terjangkaunya. Sekarang bukan lagi. Naik transportasi online, orang tak perlu bayar parkir, perawatan. Lihat motor juga mampu lebih yg premium. Itu gambarannya. Kita amati di 2018 telah selisih 10.000 sampai 15.000 dibanding 2017 penurunannya,” ucap Soerjo.
Soerjo mengungkapkan ketika ini tawaran produk LCGC pun tak ada yg menarik. Ini kesulitan yg dirasakan di segmen LCGC.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
JAKARTA — Pemerintah menegaskan rekrutmen besar-besaran sumber daya manusia (SDM) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pembukaan lapangan kerja biasa, melainkan...
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan...
Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...
Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola...
JAKARTA – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut...
GAZA – Warga Palestina berkumpul di Gaza untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Hamas, Mohammed Odeh, yang dilaporkan gugur dalam serangan yang disebut...
TAIPEI – Kenangan Coffee resmi memperluas ekspansi internasionalnya dengan membuka gerai perdana di Taipei. Langkah ini menandai strategi agresif brand kopi asal Indonesia...
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, polusi, hingga krisis energi, dunia kerja mulai bergerak menuju arah baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep...
Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...
Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...
JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan pabrik kendaraan...
Benar bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong ketahanan energi diantaranya dengan memanfaatkansumber...
PT BYD Motor Indonesia memastikan pembangunan pabrik kendaraan listrik di kawasan industri...
Banyumas Raya Jakarta - Sepanjang 2019 lalu, Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatatkan...