Banyumas Raya

SEMARANG, – Rizky Christanto resmi menggantikan Anggono Iriawan sebagai Manajer Motorsport Division PT Astra Honda Motor ( AHM), dan menjadi “nahkoda” baru buat Astra Honda Racing Team (AHRT).
Adapun Anggono Iriawan mulai melanjutkan karirnya bersama Honda Racing Corporation (HRC) Jepang. Sukesi dari Anggono kepada Rizky ini resmi berlangsung pada 1 Juli 2019.
Rizky Christanto sebetulnya bukan nama baru di divisi balap. Jabatan terakhirnya merupakan Community Development Departement Head PT AHM. Namun jauh sebelum itu, Rizky telah pernah berada di divisi motorsport.
Baca juga: Cara Honda Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi
“Pastinya aku mulai meneruskan program-programnya Pak Anggono, karena ketika ini telah berada di tengah jalan, kami mulai mencoba teruskan program yg telah baik,” kata Rizky yg ditemui di paddock AHRT, di ketika gelaran MX2 Semarang 2019.
Gerry Salim masih belum dapat menyumbang poin pada race 2 FIM CEV Repsol 2018 seri keenamRizky menyampaikan penjenjangan pebalap binaan AHRT yg telah ada mulai selalu dilanjutkan Termasuk juga berusaha mencetak bibit-bibit pebalap nasional berkualitas lewat Astra Honda Racing School (AHRS).
Di balap road race, penjenjangan AHRT dimulai dari Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship (ARRC), CEV International Championship, bahkan milik andil mengorbitkan pebalap hingga tingkat dunia Grand Prix kelas Moto2 dan Moto3.
Baca juga: BMW X7 The President Resmi Meluncur di Indonesia
Delvintor AlfariziTahun ini, AHRT melebarkan sayapnya ke balap tanah alias motocross dengan pebalapnya Delvintor Alfarizi. Adel, panggilan Delvintor bahkan ikut wildcard di MXGP kelas MX2 Indonesia di seri Palembang dan Semarang 2019.
“Kita mulai turun di kejurnas Motocross dengan target Delvintor mampu menjadi juara nasional motocross,” kata Rizky.
Pisah dengan Safety Riding
Tahun ini divisi Motorsport and Safety Riding AHM yg sebelumnya menjadi satu, dipisah. Rizky mulai fokus bagi mengelola divisi motorsport supaya tak tumpang tindih dengan kegiatan safety riding.
“Dipisah karena ketika ini semuanya telah makin besar. Motorsport juga makin besar. Selain itu juga ada perbedaan, di motorsport itu mengenai gas pol, sementara di safety riding diajarkan bagaimana mengerem,” kata Rizky.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

