Banyumas Raya

Jakarta, – Buat merek-merek bukan spesialis premium, model terlaris biasanya biasanya berasal dari segmen bawah dan menengah yg harganya terjangkau. Namun, kebiasan itu tak terjadi pada Hyundai Mobil Indonesia (HMI) dalam beberapa tahun ke belakang.
Setelah Grand Avega dan i10 tak sanggup lagi jadi tulang punggung penjualan, tongkat yg menolong Hyundai berdiri tegak adalah H-1. Menariknya, di antara segala model Hyundai, banderol H-1 termahal.
Status H-1 sebagai model terlaris telah terjadi sejak 2016. Saat itu penjualannya (wholesales) 329 unit dari total 1.259 unit hasil Hyundai. Hal itu terulang lagi pada 2017, H-1 laku 323 unit dari total pencapaian Hyundai 1.250 unit.
Baca: Hyundai Sonata Diinvestigasi di AS, Indonesia Aman
Hyundai H-1 2017.Deputy Marketing Director HMI Hendrik Wiradjaja mengakui sedang menjalankan strategi baru, merupakan fokus pada H-1. Menurut Hendrik, MPV pintu geser itu milik daya saing lebih kuat ketimbang model yang lain sebab satu-satunya yg diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal 48 persen. Salah sesuatu faktor kompetitif, harga, dikatakan dapat dikontrol ketimbang model CBU.
“Secara harga bersaing lebih sehat. Lebih aman bersaing di sini,” ucap Hendrik, ketika dihubungi , Senin (26/3/2018).
Pergerakan Hyundai ke segmen lebih premium juga atas alasan kompetisi terlalu sibuk di segmen bawah. Hendrik menjelaskan, produk Low Cost Green Car (LCGC) yg semakin banyak ikut bersaing dengan segmen city car dan hatchback atau dikatakan mobil-mobil berukuran kecil.
Baca: Hyundai Indonesia Punya 3 Model Baru Tahun ini
Persaingan semakin sulit sebab produk LCGC menawarkan fitur serupa -bahkan lebih misalnya kapasitas 7-penumpang-, namun harganya lebih murah. Menjalankan strategi baru bukan berarti membuat Hyundai berhenti menawarkan i10 atau i20, cuma saja gaya pemasarannya yg berbeda.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

