Banyumas Raya

JAKARTA, – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengingatkan, calon pimpinan baru KPK harus independen, bebas dari intervensi atau pengaruh pihak-pihak tertentu.
Saut yaitu pimpinan KPK periode 2015-2019 yg mulai mengakhiri masa jabatannya pada Desember nanti.
“Saya katakan gini, yg dicari itu adalah orang yg tiba ke KPK itu antara dirinya dengan Tuhannya, enggak boleh orang lain, aku tiba ke KPK aku dengan Tuhan saya, enggak ada yg ngatur, istri saya, tetangga saya, anak saya, alumni saya, enggak boleh atuh-atur saya,” kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019).
Baca juga: Soal Proyek Meikarta, Ridwan Kamil Tunggu Arahan KPK
Hal itu disampaikan Saut ketika bertemu Panitia Seleksi Pimpinan KPK periode 2019-2023, Rabu siang. Sehingga, kata Saut, pimpinan baru terpilih nantinya juga dapat menghasilkan kebijakan yg independen.
“Nah dapat enggak (Pansel) nyari orang kayak gitu? Kalau dia (dari) polisi, enggak diatur-atur. Kalau dia (dari) jaksa enggak diatur-atur. Siapa pun yg tiba ke KPK itu antara dia dengan Tuhannya, sehingga dia independen, kebijakan-kebijakan dia sangat independen,” ujarnya.
Menurut dia, pimpinan KPK harus memiliki sikap jujur, berani, adil, peduli, mandiri, bertanggungjawab, hingga sederhana.
“Karena itulah yg disebut integritas, integritas itu kan tadi aku bilang sembilan nilai, jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, sederhana, berani, adil dan seterusnya ya kan,” ujar dia.
Selain independen, Saut juga mengingatkan calon pimpinan baru KPK harus memahami situasi terkini terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.
Baca juga: Pansel Dorong Internal KPK Daftar Calon Pimpinan Periode 2019-2023
“Tadi aku jelaskan (ke Pansel) ini medan perangnya Indonesia ini kayak gini aku jelaskan tadi, medan perangnya Indonesia itu kayak begini, kenapa kami pernah bisa angka (Indeks Persepsi Korupsi) 37. Sekarang harus cari orang yg dapat medan perang kayak begini aku jelaskan tadi begitu,” kata dia.
“Medan perangnya angkanya 37, polisinya masih gini, jaksanya masih begini, pagawai negerinya masih begini, mahasiswanya juga masih begini. Ini kan segala harus dibenahin, angka 37 tadi itu tiba tak cuma dari KPK, itu dari luaran juga. Nah mampu enggak nyari pimpinan yg dapat menyelesaikan itu,” sambungnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

