Jakarta — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Meutya Hafid mengusulkan perubahan posisi gerbong khusus perempuan pada layanan KRL agar dipindahkan ke bagian tengah rangkaian.
Usulan ini disampaikan sebagai langkah meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang perempuan, khususnya saat jam sibuk.
Dinilai Lebih Aman dan Terjangkau
Menurut Meutya, penempatan gerbong perempuan di bagian tengah dinilai lebih strategis dibandingkan posisi saat ini yang umumnya berada di ujung rangkaian.
Beberapa alasan utama:
- Lebih dekat dengan pusat keramaian penumpang
- Memudahkan akses keluar-masuk stasiun
- Mengurangi potensi kerawanan di area ujung peron
“Penempatan di tengah bisa meningkatkan rasa aman dan kenyamanan,” ujarnya.
Respons atas Isu Keamanan Perempuan
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merespons berbagai isu keamanan yang masih dihadapi perempuan di transportasi publik.
Gerbong khusus perempuan selama ini memang telah menjadi salah satu solusi, namun dinilai masih perlu penyempurnaan dari sisi:
- Penempatan
- Pengawasan
- Aksesibilitas
Perlu Kajian Teknis
Meski demikian, usulan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut oleh operator KRL dan pihak terkait.
Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Sistem operasional kereta
- Pola naik-turun penumpang di stasiun
- Penyesuaian rambu dan informasi layanan
Perubahan posisi gerbong tidak bisa dilakukan secara instan karena berkaitan dengan keseluruhan sistem layanan KRL.
Dorong Transportasi Publik Lebih Inklusif
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi publik yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan, khususnya perempuan.
Pemerintah berharap:
- Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik meningkat
- Penumpang perempuan merasa lebih aman
- Kasus pelecehan di ruang publik dapat ditekan
Usulan pemindahan gerbong perempuan ke tengah rangkaian KRL menunjukkan adanya evaluasi berkelanjutan terhadap layanan transportasi publik.
Jika direalisasikan, kebijakan ini berpotensi:
- Meningkatkan keamanan penumpang perempuan
- Memperbaiki distribusi penumpang
- Menciptakan sistem transportasi yang lebih human-centered
Namun, implementasinya tetap bergantung pada kajian teknis dan kesiapan operator dalam melakukan penyesuaian operasional.
Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.

