Banyumas Raya

JAKARTA, – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siradj berkomentar soal penambahan kuota haji yang berasal Indonesia usai meeting Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman.
Said berharap penambahan kuota tersebut mampu diprioritaskan buat calon jemaah yg telah lansia.
“Yang pasti, yg mendapatkan kesempatan baik ini adalah jamaah yg berusia tua, telah uzur,” ujar Said di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senin (15/4/2019).
Baca juga: Arab Saudi Tambah Kuota Haji Indonesia Menjadi 231.000 Jemaah
Said mengatakan, ajal memang tak bergantung pada usia seseorang. Namun, sebaiknya lansia tetap diprioritaskan karena memiliki keterbatasan ketahanan fisik.
Dia pun berterima kasih kepada Jokowi dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud atas penambahan kuota haji ini.
“Dengan penambahan ini maka (kuota haji) jadi 231.000. Ini atas nama umat Islam aku mengatakan apresiasi dan terima kasih,” ujar Said.
Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi kembali tidak mengurangi kuota jemaah haji yang berasal Indonesia sebesar 10.000 orang.
Baca juga: UU Disahkan, Calon Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan
Hal tersebut dibenarkan Wakil Menteri Luar Negeri M. Fachir ketika dijumpai wartawan di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (15/4/2019).
“Iya, kalian kan telah mampu 10.000,” ujar Fachir.
Dengan demikian, kuota jemaah haji yang berasal Indonesia dari 221.000 jemaah, bertambah menjadi 231.000 jemaah.
“Untuk pengaturannya, nanti mungkin ada sendiri. Tapi yg penting, ini keputusan politik,” ujar Fachir.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

