Banyumas Raya

JAKARTA, – Ucapan duka atas wafatnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga tiba dari atasannya.
Sutopo meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB, akibat penyakit kanker paru.
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo memuji dedikasi Sutopo dan menyebutnya sebagai pahlawan kemanusiaan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan usulan ketika pertemuan kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat di gedung parlemen, Senayan Jakarta, Senin (17/6/2019). Raker tersebut membahas RAPBN tahun anggaran 2020 dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras.“Keluarga besar BNPB sangat berduka atas wafatnya Pak Topo, beliau adalah pahlawan kemanusian, yg tetap melayani publik walaupun dalam kondisi sakit, dengan semangat kerja dan pengabdian yg luar biasa,” ujar Doni saat dihubungi , Minggu (7/7/2019).
Menurut Doni, Sutopo juga turut mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional terkait penanganan bencana.
Baca juga: PMI: Sutopo Perekat Koordinasi Antar-lembaga
“Pak Topo juga sudah mengharumkan nama Indonesia dalam sejumlah karyanya (yaitu) penghargaan tertinggi yg diterima pemerintah RI di Baku, Azerbaijan, dari UN di Bidang Inovasi Kebencanaan melalui Petabencana, adalah karya Pak Topo,” tuturnya.
Ia pun mendoakan agar Sutopo diampuni dosanya dan diterima di sisi Tuhan. Doni juga mendoakan agar keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya dan diampuni salah dan dosanya dan keluarga yg ditinggal diberikan ketabahan. Aamiin YRA,” ujar Doni.
Sutopo bertolak ke Guangzhou, China buat berobat penyakit kanker paru-paru selama sebulan sejak 15 Juni lalu.
Baca juga: Sutopo Purwo Nugroho, Pria yg Bermimpi Jadi Profesor, di Mata Media Internasional
Sebelumnya, Sutopo juga sudah menjalani serangkaian perawatan kesehatan di sejumlah rumah sakit karena kanker paru-paru yg diidapnya. Ia divonis kanker paru-paru stadium 4B pada 17 Januari 2018
Semenjak vonis itu, dia masih aktif menjalani tugas-tugasnya buat menginformasikan berita-berita kebencanaan kepada media.
Baru dua minggu belakangan ini, Sutopo telah tak aktif lagi di grup WhatsApp media selepas pamit bagi fokus berobat.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

