Tahun 2025 resmi berakhir dengan capaian positif bagi perekonomian nasional. Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, fundamental ekonomi Indonesia terbukti tetap resilien dan adaptif, didukung oleh kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang solid.
Berdasarkan paparan APBN Kita Kaleidoskop 2025 Kementerian Keuangan Republik Indonesia, realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp2.756,3 triliun, atau 91,7 persen dari target APBN. Capaian ini ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai Rp300,3 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp534,1 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari pagu APBN. Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.602,3 triliun dan transfer ke daerah Rp849,0 triliun. Dengan struktur tersebut, defisit APBN berada di angka Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih dalam batas aman dan terkendali.
Belanja Negara Fokus Program Prioritas
Pemerintah menegaskan belanja negara 2025 diarahkan secara responsif dan antisipatif untuk mendukung program prioritas nasional. Beberapa realisasi utama antara lain:
-
Ketahanan pangan: Rp143,9 triliun (99,5% dari pagu)
-
Makan Bergizi Gratis: Rp51,5 triliun
-
Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM: Rp34,0 triliun
-
Revitalisasi sekolah dan madrasah: Rp18,9 triliun
-
Sekolah Rakyat: Rp6,6 triliun
-
Cek Kesehatan Gratis (CKG): Rp2,1 triliun
Belanja tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Ekonomi Tetap Tumbuh, Inflasi Terkendali
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I hingga III masing-masing tercatat 4,87 persen, 5,12 persen, dan 5,04 persen (year-on-year). Outlook pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,2 persen.
Inflasi juga tetap terkendali di level 2,92 persen (yoy) per Desember 2025, mencerminkan efektivitas koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas harga.
Arus Modal Kembali Menguat
Stabilitas ekonomi turut tercermin dari dinamika pasar keuangan. Setelah mengalami tekanan pada paruh awal tahun, arus modal asing kembali mencatat inflow sebesar Rp31,2 triliun pada triwulan IV 2025, menandakan pulihnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Modal Awal yang Kuat Menuju 2026
Dengan kinerja APBN yang terjaga, defisit terkendali, inflasi stabil, serta pertumbuhan ekonomi yang konsisten, pemerintah menilai capaian 2025 menjadi modal penting untuk mengawali tahun 2026. APBN akan terus dioptimalkan sebagai instrumen utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, dan memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global yang dinamis. [Rasyid]


