Banyumas Raya

JAKARTA, – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menyampaikan pihaknya mulai membentuk forum kordinasi pemutakhiran data pemilu. Forum itu dibentuk sebagai upaya buat meningkatkan kualitas daftar pemilih pada pilkada 2018 dan pemilu 2019.
“Hasil kordinasi dengan Bawaslu dan Kemendagri mulai mengaktifkan forum kordinasi pemutakhiran data pemilu,” ujar Virya Azis di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (20/4/2018).
Forum tersebut, kata Viryan Azis, dalam waktu dekat mulai diresmikan.
Ia berharap dalam forum tersebut dapat menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat mengenai data pemilih dan memastikan calon pemilih mendapat hak pilihnya.
“Tentunya kordinasi dan efektifitas itu basisnya regulasi,” kata dia.
Baca juga : Jelang Pilkada 2018, KPU Imbau Masyarakat Cek Data Pemilih
Menurut dia, KPU ketika ini sedang menyelesaikan rekapitulasi hasil penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari berbagai Kabupaten/Kota hingga besok. Data yg masuk belum sepenuhnya, baru 126 juta pemilih.
Viryan engatakan penyebab data belum masuk secara keseluruhan karena perkara di sejumlah daerah.
“Seperti di Aceh ada rekomendasi panitia pengawas pemilu (Panwaslu) bagi melakukan pencermatan kembali,” katanya.
“Nah yg kedua ada pandangan, agar bagaimana proses penetapan daftar pemilih tetap (DPT) ini benar-benar bersih,” lanjut Viryan Azis.
Baca juga : 300.000 Pemilih di Jabar Belum Melakukan Perekaman e-KTP
Diberitakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebelumnya mengungkapkan ketika ini ada 6.768.025 pemilih yg belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) atau surat informasi pengganti e-KTP.
Jumlahnya yakni 3.497.228 pemilih laki-laki dan 3.270.797 pemilih perempuan. Padahal, buat dapat memakai hak pilih dalam pilkada dan pemilu, seorang warga harus memiliki e-KTP.
KPU pun berharap, agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dapat langsung menuntasan masalah tersebut secepatnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

