Banyumas Raya

Seperti yg kamu ketahui bahwa konsumsi garam berlebih mampu mengakibatkan penyakit jantung dan ginjal. Garam yg berlebih juga mulai menyebabkan retensi cairan yg berujung pada kegemukan. Sehingga kamu pun harus diet garam.
- 4 Hal yg terjadi di otakmu ketika kamu berhenti berolahraga
- Apakah aman seandainya diet cuma diisi dengan makan salad?
- 10 Kebiasaan ‘buruk’ yg ternyata menguntungkan buat kesehatanmu [Part 1]
Namun, penelitian yg dilansir dari thehealthsite.com menyampaikan bahwa ternyata tidak seluruh orang cocok bagi diet garam sebab dapat menimbulkan bahaya berikut ini.
Penurunan fungsi saraf
Sistem saraf membutuhkan sodium bagi berfungsi dengan baik. Sehingga pengurangan garam dapat mempengaruhi fungsi saraf. Kamu mampu mengalami kejang, disorientasi, bahkan mengalami koma karena kekurangan natrium.
Gerakan otot melemah
Hilangnya kontrol terhadap gerakan otot adalah efek samping yang lain dari sedikitnya garam dalam tubuh. Alhasil, kamu dapat mengalami kram, bengkak, atau bahkan lemah otot.
Hiponatremia
Sodium atau garam sangatlah utama buat menjaga keseimbangan elektrolit. Mengurangi asupan garam dapat membuatmu mengalami keadaan yg disebut dengan hiponatremia. Hiponatremia mampu menyebabkan mual, kelelahan, kehilangan nafsu makan, muntah, dan bahkan kejang.
Kolesterol
Hal ini mungkin mengejutkan. Sebab pengurangan asupan garam mulai meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh hampir 4,6%. Sehingga mulai terjadi timbunan lemak dalam darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Edema serebral
Edema serebral yg yaitu pembengkakan otak di dalam tengkorak adalah salah sesuatu efek samping dari pengurangan konsumsi garam. Bengkak ini mampu mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak. [feb]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

